Kitab ‘Husnul Ifadah’
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah berikut ini Perpustakaan al-Mubarok menyajikan sebuah tautan untuk mengunduh pdf kitab aqidah karya Syaikh Dr. Muhammad Musa alu Nashr rahimahullah yang berjudul :
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah berikut ini Perpustakaan al-Mubarok menyajikan sebuah tautan untuk mengunduh pdf kitab aqidah karya Syaikh Dr. Muhammad Musa alu Nashr rahimahullah yang berjudul :
Bismillah.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Kembali berjumpa lagi dalam seri mengenal Tauhid dengan memetik faidah dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah. Kita masih berada di bagian awal bab keutamaan tauhid dan dosa-dosa yang terhapus olehnya.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah rekaman kajian Silsilah Tauhid bagian 3 yang disampaikan oleh Ustaz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah dengan tema :
Bismillah.
Salah satu perkara yang telah ditanamkan di dalam fitrah manusia adalah keyakinan keesaan pencipta dan pengatur alam; bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini selain Allah. Inilah yang disebut dengan istilah tauhid rububiyah; mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan-Nya.
oleh : Syaikh Dr. Abdussalam bin Barjas rahimahullah
Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwasanya Allah ta’ala semata yang maha esa dalam hal penciptaan, kekuasaan, dan pengaturan [alam semesta]. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian Dia menetap tinggi di atas Arsy, Dia menutupkan malam kepada siang dan malam itu mengikutinya dengan cepat. Dan matahari serta bulan dan bintang-bintang ditundukkan dengan perintah-Nya. Ketahuilah, bahwa hanya milik-Nya penciptaan dan perintah. Maha berkah Allah Rabb seru sekalian alam.” (al-A’raaf : 54)
Materi :
– Iman kepada Allah
– Tauhid Rububiyah Sudah Menjadi Fitrah Manusia
– Tauhid Rububiyah Saja Tidak Cukup
Iman kepada Allah
Iman kepada Allah mencakup iman terhadap wujud Allah, iman terhadap rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, dan asma’ wa shifat-Nya. Oleh sebab itu wajib mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat (lihat keterangan Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin, 3/28)
> Pengertian Tauhid :
Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. Tauhid terbagi tiga; mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah maksudnya mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta. Tauhid uluhiyah artinya mengesakan Allah dalam beribadah; menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Tauhid asma’ wa shifat adalah mengesakan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah bisa hadir kembali untuk menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz Dwi Abu Dzulqarnain hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berjumpa kembali dalam seri faidah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Surat ini disebut al-Fatihah (pembuka) karena ia menjadi pembuka tulisan ayat-ayat al-Qur’an. Demikian pula ia menjadi pembuka bacaan di dalam sholat. al-Fatihah juga disebut dengan Ummul Kitab (induk al-Qur’an) sebagaimana pendapat jumhur/mayoritas ulama. Disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “alhamdulillah (surat al-Fatihah) adalah induk al-Qur’an, as-Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan al-Qur’an al-‘Azhim (bacaan yang agung).” (HR. Tirmidzi dan beliau mensahihkannya, Syaikh al-Albani pun mensahihkan hadits ini) (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/101, Sahih Sunan Tirmidzi no. 3124)