Ceramah ‘Kehidupan Bahagia’ oleh Syaikh Al-Fauzan
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan video rekaman kajian bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah yang bertema ‘Kehidupan Bahagia’.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan video rekaman kajian bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah yang bertema ‘Kehidupan Bahagia’.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan rekaman ceramah/khutbah salah seorang ulama besar masa kini, yaitu Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah.
Syaikh Shalih Al-Fauzan pernah ditanya :
Apakah perbedaan antara aqidah dan iman?
Beliau menjawab :
Syaikh Shalih Al-Fauzan pernah ditanya mengenai sholat sunnah zhuhur yang empat raka’at; apakah hal itu dikerjakan sebelum azan zhuhur ataukah sesudah azan zhuhur?
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata :
Makna dari ‘supaya mereka mendalami ilmu agama’ (dalam at-Taubah : 122, pent) adalah agar mereka mengerti tentang hukum-hukum Allah subhanahu wa ta’ala dari sumber-sumbernya dan melalui perantara bimbingan ahli ilmu dan orang-orang yang memiliki bashirah/ilmu yang mapan.
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Sesungguhnya mendalami ilmu agama Allah termasuk kewajiban yang paling ditekankan dan tugas yang paling penting. Karena sesungguhnya tidak mungkin bagi seorang insan untuk menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah kepadanya, meninggalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah atas dirinya, dan mendekatkan diri kepada Allah kecuali dengan landasan ilmu dan hujjah yang nyata.
Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Iman itu terdiri dari keenam rukun ini (iman kepada Allah, malaikat, dst). Ia dinamakan dengan sebutan Ushul/Pokok-Pokok Iman. Atau disebut juga dengan rukun-rukun iman. Dari rukun-rukun inilah tersusun akidah. Akidah itu sendiri adalah apa-apa yang diyakini dan dipegang kuat-kuat di dalam hati. Ia biasa disebut akidah, disebut juga dengan iman. Sebagaimana halnya para salaf biasa menyebutnya dengan iman.
Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Kita membaca di akhir-akhir surat Al-Fatihah (yang artinya), “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.”
Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Dua rukun laa ilaha illallah :
Kalimat ini mengandung dua rukun/pilar. Rukun pertama adalah penafian/peniadaan, sedangkan rukun kedua adalah itsbat/penetapan.