Bisa Masuk Surga?

Bismillah.

Imam Muslim rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya, sebuah hadits dari Jabir radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan : Suatu saat Nu’man bin Qauqal datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut anda, apabila saya mengerjakan sholat wajib, mengharamkan yang haram, dan menghalalkan yang halal. Apakah saya bisa masuk surga?” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Muslim no. 15)

(lebih…)

Kenikmatan Yang Terindah

10414603_731068900290071_5740541286332067069_n

oleh : Imam Muslim rahimahullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, beliau -rasul- bersabda; Maka Allah tabaraka wa ta’ala berkata, “Apakah kalian menginginkan sesuatu untuk Aku tambahkan kepada kalian?”

(lebih…)

Faidah Dari Kisah Yazid al-Faqir

saxiixm

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Seorang tabi’in bernama Yazid al-Faqir (al-faqir artinya ‘si bungkuk’) menuturkan:

Dahulu aku sempat terseret dalam salah satu pendapat sekte Khawarij -yaitu berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka, dan orang yang sudah masuk neraka tidak bisa lagi keluar darinya, pent-.

Suatu ketika, kami bersama serombongan orang berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian, kami keluar di hadapan orang-orang -untuk menyerukan pemikiran Khawarij dan menghasut manusia untuk mengikutinya, pent-.

(lebih…)

Kondisi Zaman Yang Semakin Bertambah Buruk

1517682_525583004207302_1926010227_n

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan :

عن الزبير بن عدي قال أتينا أنس بن مالك فشكونا إليه ما نلقى من الحجاج فقال اصبروا فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم

Dari az-Zubair bin Adi, dia berkata : Kami pernah mendatangi Anas bin Malik lalu kami mengeluhkan kepadanya mengenai apa-apa yang kami dapatkan dari al-Hajjaj -berupa tekanan dan kekejaman, pent-, maka beliau berpesan, “Sabarlah kalian, karena sesungguhnya tidaklah datang kepada kalian suatu zaman, kecuali zaman yang sesudahnya lebih buruk daripada sebelumnya, sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. Aku mendengarnya dari Nabi kalian shallallahu’alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Fitan)

(lebih…)