Sabar dan Tegar dalam Beragama – Syaikh Shalih al-Fauzan
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah nasihat dari Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah mengenai pentingnya bersabar dalam berpegang teguh dengan agama ini.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah nasihat dari Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah mengenai pentingnya bersabar dalam berpegang teguh dengan agama ini.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini sebuah rekaman kajian tafsir dan penyucian jiwa yang disampaikan oleh Ustaz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah di Masjid al-Ikhlas Karangbendo -utara Fak. Pertanian UGM- Yogyakarta.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Aku memohon kepada Allah Yang Maha Mulia Rabb pemilik Arsy yang Agung, semoga Allah menjadi penolongmu di dunia dan di akhirat, dan semoga Allah menjadikanmu diberkahi dimana pun kamu berada.
Bismillah.
Dalam sebuah hadits sahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing seperti ketika ia datang…” (HR. Muslim)
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini sebuah e-book kitab karya Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Imam hafizhahullah -seorang ulama dari Yaman- dengan judul :
Bismillah.
Kita berjumpa kembali dalam seri faidah dari kitab al-Ushul ats-Tsalatsah karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Diantara faidah yang bisa dipetik dari beriman kepada takdir adalah ketenangan hati serta tidak mudah goncang dalam menghadapi pahit getirnya perjalanan hidup. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah menimpa suatu musibah di muka bumi atau pada diri kalian sendiri melainkan telah tercatat dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya hal itu bagi Allah sangatlah mudah. Supaya kalian tidak berputus asa atas apa yang telah luput dari kalian dan supaya kalian tidak terlalu bergembira atas apa yang Allah berikan kepada kalian.” (al-Hadid: 22-23) (lihat al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad, hal. 343-344)
Bismillah.
Islam adalah agama yang sempurna. Tidak hanya mengatur hubungan antara sesama manusia, bahkan ia mengatur tata-cara yang benar dalam beribadah kepada Rabbnya. Karena itulah Allah mengutus para rasul untuk mengajarkan tauhid dan amal salih kepada umatnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegaralah beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seorang masih beriman tetapi di sore harinya menjadi kafir. Atau pada sore hari beriman tetapi keesokan harinya menjadi kafir. Dia menjual agamanya demi mencari perhiasan/kesenangan dunia.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)
Adalah Thalq bin Habib rahimahullah -salah seorang ulama terdahulu- mengatakan, “Jagalah diri kalian dari fitnah dengan takwa.” Ada yang bertanya kepadanya, “Gambarkan kepada kami takwa itu seperti apa?” maka beliau menjawab, “Yaitu kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya mengharap pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya takut akan azab Allah.” Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Dun-ya, dan lain-lain (lihat Mauqif al-Muslim minal Fitan, oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul hafizhahullah, hal. 92)