Perkara Yang Patut Dipahami

ikhlas-inside-pentium-3

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tidaklah diragukan, bahwa dakwah merupakan amal yang sangat utama. Karena dakwah merupakan tugas yang ada di pundak pengikut rasul. Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah, ‘Inilah jalanku. Aku mengajak -manusia- kepada Allah di atas bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Yusuf : 108)

Sebagaimana amal-amal yang lain, dakwah juga termasuk dalam ibadah kepada Allah. Ibadah yang akan mendatangkan pahala apabila kita lakukan dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih, dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (Al-Kahfi : 110) (lebih…)

Kajian Adab-Adab Doa, Ustadz Zaid Susanto, Lc.

jiwa

Bismillah.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Berikut ini kami sajikan kepada segenap pembaca, tautan untuk mengunduh rekaman terbaru kajian Ma’had al-Mubarok bersama Ustadz Zaid Susanto, Lc hafizhahullah dalam tema pembahasan Tazkiyatun Nafs/penyucian jiwa. Di dalam seri kajian ini dijelaskan tentang obat bagi hati, seperti tilawah al-Qur’an, istighfar, zikir, dan doa serta adab-adabnya.

Semoga bermanfaat.

(lebih…)

Celah Menuju Bahagia atau Sengsara?

beach-picture-eclipse-Malaysia-Shutterhack-pic

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Apabila Allah berkehendak kebaikan kepada hamba-Nya [yang berbuat dosa] maka Allah bukakan baginya sebuah pintu diantara pintu-pintu taubat, penyesalan, perasaan tidak berdaya, rendah, butuh, memohon keselamatan kepada-Nya, benar-benar memulangkan urusan kepada-Nya, terus-menerus merendah, berdoa, mendekatkan diri kepada-Nya sebisa mungkin dengan berbagai bentuk amal kebaikan; yang itu semuanya pada akhirnya akan bisa mengubah dosa yang telah dia perbuat menjadi sebab datangnya rahmat baginya. Sampai-sampai si musuh Allah [yaitu setan] berkata, “Aduhai, andaikata aku biarkan dia [tidak menggodanya] dan tidak menjerumuskannya,”

(lebih…)