Indahnya Sabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang diberikan suatu anugerah yang lebih baik dan lebih lapang daripada sabar.” (HR. Muslim) (lebih…)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang diberikan suatu anugerah yang lebih baik dan lebih lapang daripada sabar.” (HR. Muslim) (lebih…)
Segala puji bagi Allah, yang mencurahkan segala nikmat, yang menetapkan takdir, dan yang menerima taubat. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, sang pembawa lentara hidayah kepada segenap manusia. Amma ba’du.
[10] Mewujudkan Sabar dan Syukur
Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Tidaklah hamba mendapatkan karunia yang lebih utama daripada kesabaran. Karena dengan sebab kesabaran itulah mereka masuk ke dalam surga.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 459)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kaum muda, mereka yang menyimpan segenap asa. Mereka yang memendam segudang cita-cita. Tidak peduli badai bertiup, halilintar menyambar, atau pun langit runtuh. Kaum muda senantiasa sarat dengan harapan dan gelora.
al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
Hakikat syukur adalah mengakui limpahan nikmat -dari Allah- dan berusaha menunaikan pengabdian [kepada-Nya]. Barangsiapa yang perkara ini semakin banyak muncul dari dirinya maka dia disebut sebagai syakuur/orang yang pandai bersyukur.
[1] Amal Adalah Buah Ilmu
Syaikh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah berkata, “Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu dicari untuk menuju sesuatu yang lain -yaitu amal- sebagaimana halnya sebatang pohon. Adapun amal laksana buahnya. Oleh sebab itu harus mengamalkan agama Islam, karena orang yang memiliki ilmu namun tidak beramal lebih jelek daripada orang yang bodoh.” (lihat Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 12)