Nasihat Fudhail bin ‘Iyadh
Bismillah.
Dalam sebuah twit-nya, Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi hafizhahullah -salah seorang dosen Universitas Islam Madinah Saudi Arabia- mengutip perkataan Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah :
Bismillah.
Dalam sebuah twit-nya, Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi hafizhahullah -salah seorang dosen Universitas Islam Madinah Saudi Arabia- mengutip perkataan Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah :
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan kepada segenap kaum muslimin yang dirahmati Allah, sebuah rekaman nasihat penting dari Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Imam hafizhahullah -salah seorang ulama Yaman- yang mengupas mengenai hakikat dan tanda-tanda ikhlas.
Bismillah.
Syaikh Utsman bin Jami’ rahimahullah (wafat 1240 H) berkata bahwa syukur secara istilah adalah seorang hamba memanfaatkan semua nikmat yang Allah berikan kepadanya dalam rangka mewujudkan tujuan penciptaan dirinya (lihat al-Fawa’id al-Muntakhabat, 1/6-7)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, tidaklah terasa bahwa umur yang Allah berikan kepada kita semakin bertambah mendekati ajalnya. Apakah yang sudah kita lakukan untuk menyambut hari perjumpaan dengan-Nya? (lebih…)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, surat al-‘Ashr menyimpan begitu banyak pelajaran berharga. Sampai-sampai Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Seandainya manusia mau merenungkan kandungan surat ini niscaya hal itu akan cukup untuk mereka.” (lihat catatan kaki Ithaful ‘Uqul bi Syarhi ats-Tsalatsah al-Ushul, hal. 23 dan keterangan Syaikh Yahya al-Hajuri hafizhahullah dalam Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hal. 10)
Penerjemah : Ustadz Adika Mianoki hafizhahullah
“Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, maka Dia akan menjadikan hamba tersebut sadar dan mengakui atas dosa-dosanya sendiri dan berdiam diri serta tidak membicarakan dosa-dosa orang lain.”
Allah berfirman (yang artinya), “Dan bagi orang yang takut akan kedudukan Rabbnya dua buah surga.” (Ar-Rahman : 46).
Al-Qurthubi menafsirkan, “Maksudnya orang itu takut akan kedudukannya di hadapan Rabbnya kelak untuk dihisab maka dia pun meninggalkan maksiat.”
Abdullah bin ‘Aun berkata, “Sesungguhnya orang-orang terdahulu sebelum kita menjadikan untuk dunia sisa-sisa ruang/waktu dari urusan akhirat mereka, sementara kalian menjadikan untuk akhirat kalian sisa-sisa ruang/waktu dari urusan dunia kalian.” (Aina Nahnu, 2/168)
Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
Islam yang sahih pada masa sekarang ini adalah terasing. Adapun islam yang hanya sekedar pengakuan, maka lihatlah jumlah umat Islam sekarang ini. Jumlah mereka lebih dari 1 milyar. Meskipun demikian Islam yang sahih itu telah mengalami keterasingan. Karena seandainya jumlah 1 milyar umat ini berada di atas Islam yang sahih/jernih niscaya tidak ada seorang pun [umat manapun] di dunia ini yang berani menghadapi mereka!!
Hidup adalah perjalanan waktu. Berlalunya waktu berarti berlalu pula sebagian dari hidup itu. Ahmad bin Masruq rahimahullah berkata, “Engkau sedang menjalani proses menghancurkan umurmu semenjak keluar dari perut ibumu.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ula’i, 2/22)