Sebuah Perjalanan
Hidup adalah perjalanan waktu demi waktu, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Hidup tidak hanya menyembulkan kesenangan dan kegembiraan. Ada kalanya hidup harus menyembulkan kesedihan dan kesusahan. Inilah kehidupan di alam dunia.
Hidup adalah perjalanan waktu demi waktu, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Hidup tidak hanya menyembulkan kesenangan dan kegembiraan. Ada kalanya hidup harus menyembulkan kesedihan dan kesusahan. Inilah kehidupan di alam dunia.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan video rekaman kajian bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah yang bertema ‘Kehidupan Bahagia’.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tidaklah diragukan bagi segenap insan, bahwa hidup di alam dunia ini adalah cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
3. Tujuan dan Hikmah Penciptaan
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56). Makna ayat ini adalah bahwasanya Allah ta’ala mengabarkan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka (lihat Fat-hul Majid, hal. 17 cet. Darul Hadits)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; sesungguhnya kematian yang kalian berusaha lari darinya, maka ia pasti menjumpai kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang mengetahui segala perkara gaib dan yang nyata, lalu Dia akan mengabarkan kepada kalian tentang apa-apa yang telah kalian kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah : 8)
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata :
لا يغتر الإنسان ! لا يغتر بصلاحه واستقامته ويأمن من الزيغ ! كم زاغ من مؤمن ومن مسلم ومن عالم… الله جل وعلا أزاغهم لما حصل منهم ما حصل من المخالفات.
فلا يأمن الإنسان على نفسه ويزكي نفسه ويقول لا بد أنا ما عليّ أنا مؤمن وأنا عالم، ثم يأمن من الزيغ ويخالط الأشرار ويستمع للأشرار وينظر في الفتن ويزعم أنه يعرف وأنه مؤمن لا ينخدع، ما يأمن على نفسه…
« قلوب العباد بين أصبعبن من أصابع الرحمن »، لا يأمن على نفسه… والخليل عليه السلام يقول {واجنبني وبني أن نعبد الأصنام}، {رب إنهن أضللن كثيرا من الناس}.
الإنسان لا يأمن على نفسه الفتنة وسوء الخاتمة ولو كان من أصلح الناس.. لا يضمن لنفسه حسن الخاتمة ولو كان من أصلح الناس، لا يقنط من رحمة الله ولو كان من أكفر الناس، فقد يمن الله عليه بالتوبة فيموت على الإسلام فيدخل الجنة لأنه ما دام على قيد الحياة فإنه معرض لهذا وهذا، الأعمال بالخواتيم.
Janganlah seorang insan terpedaya oleh dirinya sendiri!
Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Nabi akhir zaman. Amma ba’du.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, setiap insan hidup di alam dunia ini untuk sebuah tujuan yang jelas. Sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)