Makna Laa Ilaha Illallah
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kalimat tauhid laa ilaha illallah adalah asas dalam agama Islam. Setiap muslim sangat membutuhkan untuk memahami kandungan maknanya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kalimat tauhid laa ilaha illallah adalah asas dalam agama Islam. Setiap muslim sangat membutuhkan untuk memahami kandungan maknanya.
Surat al-Fatihah mengandung pelajaran yang sangat berharga dalam ilmu tauhid. Di dalamnya Allah berfirman (yang artinya), “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (al-Fatihah)
Kesimpulan Kaidah Pertama
Di dalam kaidah pertama dari kitab Qawa’id Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memberikan penegasan kepada kita mengenai :
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kita berjumpa kembali dalam seri artikel mengenal kitab ulama. Pada bagian kedua ini kami akan menyajikan gambaran sekilas mengenai sebuah kitab kecil namun sarat faidah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kalimat tauhid adalah cabang keimanan yang paling utama. Memahami kandungan kalimat tauhid ini sangat penting bagi setiap muslim. Diantara para ulama yang membahas kandungan dari kalimat tauhid adalah Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitab beliau Risalah Kalimatul Ikhlas.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kalimat tauhid adalah kunci surga. Oleh sebab itu dakwah Islam memberikan perhatian besar terhadapnya, agar manusia mengenal kandungannya dan mentauhidkan Allah dengan sebenar-benarnya.
Salah satu diantara keadaan umat akhir zaman yang sangat memprihatinkan adalah ketidakmengertian banyak orang yang mengaku muslim tentang makna kalimat tauhid. Banyak diantara mereka yang menyangka bahwa tauhid itu adalah dengan meyakini Allah itu satu dan tidak terbagi. Atau tauhid itu adalah meyakini Allah sebagai satu-satunya pencipta.
Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Dua rukun laa ilaha illallah :
Kalimat ini mengandung dua rukun/pilar. Rukun pertama adalah penafian/peniadaan, sedangkan rukun kedua adalah itsbat/penetapan.
Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Orang munafik mengucapkan laa ilaha illallah sementara dia berada di kerak paling bawah dari neraka. Lalu bagaimana mungkin kalian mengatakan bahwa laa ilaha illallah sudah mencukupi dengan diucapkan semata.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan berpegang-teguhlah kalian semua dengan tali Allah, janganlah kalian berpecah-belah.” (Ali ‘Imran : 103)