Tiga Kewajiban Pokok
oleh : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Ketahuilah -semoga Allah merahmati anda- bahwasanya wajib atas setiap muslim dan musimah untuk mempelajari ketiga perkara berikut ini dan beramal dengannya.
oleh : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Ketahuilah -semoga Allah merahmati anda- bahwasanya wajib atas setiap muslim dan musimah untuk mempelajari ketiga perkara berikut ini dan beramal dengannya.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hampir-hampir saja langit pecah karenanya, bumi akan terbelah, dan gunung-gunung pun akan runtuh ketika mereka mendakwakan bahwa ar-Rahman/Allah memiliki anak. Dan tidaklah pantas bagi ar-Rahman untuk memiliki anak. Tidaklah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi melainkan pasti akan datang kepada ar-Rahman sebagai hamba.” (Maryam : 90-93)
Para ulama menerangkan bahwa sebab terjerumusnya kaum musyrikin dalam syirik adalah beralasan untuk mendekatkan diri kepada Allah atau demi mencari syafa’at. Karena alasan itulah mereka berdoa dan beribadah kepada selain Allah, apakah itu malaikat, nabi, atau wali.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, surat al-Fatihah adalah surat yang paling agung di dalam al-Qur’an. Oleh sebab itu penting bagi setiap muslim untuk memahami kandungan faidah dan kaidah yang ada di dalamnya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bahagia adalah dambaan setiap insan. Akan tetapi untuk meraihnya tentu ada jalan dan cara yang harus ditempuh. Sesungguhnya tauhid merupakan jalan untuk meraih kebahagiaan hakiki.
Bagian 4.
Hakikat dan Buah Keimanan
Hakikat Iman
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Bukanlah iman itu dicapai semata-mata dengan menghiasi penampilan atau berangan-angan, akan tetapi iman adalah apa yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan.” (lihat Aqwal at-Tabi’in fi Masa’il at-Tauhid wa al-Iman, hal. 1124)
Para ulama menjelaskan bahwa kebahagiaan adalah di tangan Allah, dan hal itu tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada Allah. Ketaatan kepada Allah itu tersimpulkan dalam tiga keadaan; ketika diberi nikmat bersyukur, ketika ditimpa musibah bersabar, dan ketika terjerumus dalam dosa maka beristighfar. Inilah tiga tanda kebahagiaan hamba, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam mukadimah al-Wabil ash-Shayyib.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Bagian 3.
Keutamaan Ilmu
Nikmat Menimba Ilmu
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah ar-Rajihi hafizhahullah mengatakan, “Sesungguhnya menimba
ilmu adalah nikmat yang sangat agung. Dan sebuah anugerah dari Rabb kita subhanahu wa ta’ala. Karena menimba ilmu itu adalah salah satu bentuk ketaatan yang paling utama, dan salah satu ibadah yang paling mulia. Sampai-sampai para ulama mengatakan, “Sesungguhnya menimba ilmu adalah lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah.” Artinya adalah bahwa memfokuskan diri dalam rangka menimba ilmu itu lebih utama daripada memfokuskan diri untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti sholat sunnah, puasa sunnah, dan lain sebagainya…” (lihat Minhatul Malik al-Jalil, 1/5)
Bagian 4.
Syirik Menghapuskan Ibadah dan Keimanan
Penulis rahimahullah berkata, “…Sebagaimana halnya sholat tidak disebut sholat kecuali apabila disertai dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik masuk ke dalam ibadah maka ia menjadi rusak, sebagaimana hadats yang menimpa pada thaharah.”