Jangan Terpedaya!
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah cuplikan nasihat dari Syaikh Shalih Sindi hafizhahullah dengan tema :
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah cuplikan nasihat dari Syaikh Shalih Sindi hafizhahullah dengan tema :
Bismillah.
Alhamdulillah, tidak henti-hentinya semestinya kita memuji Allah. Memuji Allah adalah bagian dari syukur kepada-Nya. Oleh sebab itu para ulama mengatakan, bahwa ‘alhamdulillah’ adalah kalimat dari setiap orang yang bersyukur. Diantara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat hidayah. Tahukah anda berapa besar nilai hidayah itu?
Bismillah.
Setiap hari kaum muslimin berdoa kepada Allah meminta hidayah. Tidak kurang tujuh belas kali dalam sehari semalam kita memohon kepada Allah, “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (lebih…)
Materi :
– Penetapan Risalah
– Hakikat Jalan Lurus
– Ilmu dan Amal
Penetapan Risalah
Surat al-Fatihah mengandung penetapan risalah atau misi kenabian dari berbagai sisi pendalilan. Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Di dalamnya juga terkandung penetapan risalah/kerasulan. Karena hal itu merupakan konsekuensi dari firman-Nya ‘Rabbul ‘alamin’. Sementara Rabb adalah yang memperbaiki hamba-hamba-Nya dan memelihara mereka. Konsekuensi pemeliharaan/tarbiyah bagi mereka adalah diutusnya para rasul untuk memberikan petunjuk dan mendidik mereka. Inilah yang menjadi konsekuensi rububiyah Allah dan konsekuensi hidayah yang terkandung dalam ayat ‘Ihdinash shirathal mustaqim’, karena tidak mungkin petunjuk menuju jalan lurus itu diperoleh kecuali dengan perantara para rasul ‘alaihimush sholatu was salam; ini artinya surat ini juga mengandung penetapan risalah.” (lihat Syarh Ba’dhu Fawa’id Surah al-Fatihah, hal. 8 cet. Dar al-Imam Ahmad)
Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.
Tidak henti-hentinya semestinya kita bersyukur kepada Allah. Sebab setiap detik waktu yang kita lalui adalah berkat nikmat dan karunia-Nya. Setiap tetes air yang kita minum, setiap hembusan nafas yang kita lakukan, dan setiap detak jantung yang kita rasakan.
Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.
Setiap kali disebutkan kata ‘rezeki’ banyak orang berpikiran seputar harta dan kenikmatan dunia. Tidak dipungkiri bahwa rezeki semacam itu adalah rezeki; yang dengannya seorang bisa menjadi golongan kaum bertakwa ketika dia mau menyisihkan sebagian rezeki itu di atas jalan ketaatan dan perjuangan menegakkan agama Islam.
Bismillah.
Kehidupan manusia di muka bumi tidak lepas dari berbagai kebutuhan. Dari sejak kecil kita sudah diajari mengenai hal-hal yang menjadi kebutuhan pokok manusia di dunia ini diantaranya adalah kebutuhan sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (tempat tinggal), dan lain sebagainya.
Bismillah.
Segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang Allah curahkan kepada kita. Kenikmatan yang begitu banyak sehingga kita pun tidak sanggup untuk menghingganya. Diantara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat hidayah. Hidayah adalah kebutuhan setiap insan. (lebih…)
Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)