Anjuran Puasa Sembilan Hari Awal Dzulhijjah

oleh : Abu Mushlih –ghafarallahu lahu

Syaikh al-Albani rahimahullah menyebutkan sebuah hadits sahih dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata : “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan puasa sembilan hari [awal] Dzulhijjah…” (HR. Abu Dawud dalam Kitab as-Shaum, lihat Shahih Sunan Abi Dawud no. 2437)

(lebih…)

Subhanallahi Wa Bihamdihi

Bismillah.

Ibnu Hajar rahimahullah membawakan hadits dalam Bulughul Maram dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ‘subhanallahi wa bihamdih’ seratus kali niscaya akan terhapus dosa-dosanya (dosa-dosa kecil) walaupun ia seperti banyaknya buih lautan.” (Muttafaq ‘alaih)

(lebih…)

Mengambil Resiko

Bismillah.

Merupakan sebuah sunnatullah, bahwa kebenaran akan selalu berhadapan dengan kebatilan. Sebagaimana kebenaran memiliki pembela, begitu pula kebatilan tidak sepi dari para penggerak dan penganutnya. Meskipun demikian, kita bisa melihat bahwa pertolongan dan kemenangan dari Allah menjadi janji dan balasan bagi mereka yang berpihak kepada Allah.

(lebih…)

Faidah Hadits Jibril [bagian 1]

Materi :

– Pentingnya Belajar Hadits

– Kewajiban Taat kepada Nabi

– Keutamaan Ittiba’ kepada Nabi

Pentingnya Belajar Hadits

> Sesungguhnya hadits merupakan penjelas bagi ayat-ayat al-Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan telah Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (al-Qur’an) supaya kamu jelaskan kepada manusia apa-apa yang telah diturunkan kepada mereka itu, dan mudah-mudahan mereka mau memikirkan.” (an-Nahl : 44)

(lebih…)

Lisan Kebenaran

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu bahwa beliau berkata : Dahulu aku menulis apa saja yang kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena aku ingin menghafalkannya. Orang-orang Quraisy pun melarangku, mereka berkata, “Apakah kamu menulis semua yang kamu dengar sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia dimana beliau berbicara dalam keadaan murka dan ridha?!” Maka aku pun menahan diri dari mencatatnya. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau pun mengisyaratkan dengan jarinya ke mulutnya sembari berkata, “Tulislah! Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar dari sini selain kebenaran.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani (lihat Sahih Sunan Abi Dawud, 2/408)

(lebih…)

Meraih Hidayah dan Keamanan

Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)  

(lebih…)