Karena Allah

Bismillah.

Tidaklah diragukan mengenai keutamaan para ulama. Orang-orang yang mengemban ilmu agama Islam ini dengan landasan al-Qur’an dan Sunnah serta meniti jejak para sahabat radhiyallahu’anhum ajma’in. Para ulama yang digambarkan laksana rembulan diantara bintang-bintang di langit. Para ulama yang ‘menghidupkan’ dengan Kitab Allah orang-orang yang telah mati hatinya.

(lebih…)

Sekedar Catatan

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Tidak henti-hentinya semestinya kita bersyukur kepada Allah. Sebab setiap detik waktu yang kita lalui adalah berkat nikmat dan karunia-Nya. Setiap tetes air yang kita minum, setiap hembusan nafas yang kita lakukan, dan setiap detak jantung yang kita rasakan.

(lebih…)

Tertutupnya Aib Karunia dari Allah

oleh : Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah

Beliau berkata :

قال عبد الله بن شوذب رحمه الله:

«اجْتَمَعَ قَوْمٌ فَتَذَاكَرُوا أَيُّ النِّعَمِ أَفْضَلُ؟ فَقَالَ رَجُلٌ: مَا سَتَرَ اللهُ بِهِ بَعْضَنَا عَنْ بَعْضٍ، قَالَ: فَيرَوْنَ أَنَّ قَوْلَ ذَلِكَ أَرْجَحُ»

حلية الأولياء لأبي نعيم (6/131).

ألا ما أجلها من نعمة، ولو كُشف الستر لبانت عيوب وتَبدَّت ذنوب، لكن نسأل الذي سترها أن يغفرها إنّه ستّير غفور.

Abdullah bin Syaudzab rahimahullah mengatakan :

(lebih…)

Mengakui Kebodohan

Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan :

Beruntunglah orang yang bersikap inshof/objektif kepada Rabbnya. Sehingga dia mengakui kebodohan yang meliputi ilmu yang dia miliki. Dia pun mengakui berbagai penyakit yang berjangkit di dalam amal perbuatannya. Dia juga mengakui akan begitu banyak aib pada dirinya sendiri. Dia juga mengakui bahwa dirinya banyak berbuat teledor dalam menunaikan hak Allah. Dia pun mengakui betapa banyak kezaliman yang dia lakukan dalam bermuamalah kepada-Nya.

(lebih…)

Mengenal Keburukan untuk Menjauhinya

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Wajib untuk mempelajari tauhid dan mengenalinya sehingga seorang insan bisa berada di atas ilmu yang nyata. Apabila dia mengenali tauhid maka dia juga harus mengenali syirik apakah syirik itu; yaitu dalam rangka menjauhinya. Sebab bagaimana mungkin dia menjauhinya apabila dia tidak mengetahuinya. Karena sesungguhnya jika orang itu tidak mengenalinya -syirik- sangat dikhawatirkan dia akan terjerumus di dalamnya dalam keadaan dia tidak menyadari…” (lihat at-Tauhid, ya ‘Ibaadallah, hal. 27) (lebih…)

Mengakui Dosa

Penerjemah : Ustadz Adika Mianoki hafizhahullah

“Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, maka Dia akan menjadikan hamba tersebut sadar dan mengakui atas dosa-dosanya sendiri dan berdiam diri serta tidak membicarakan dosa-dosa orang lain.”

(lebih…)