Kalian Tidak Masuk Surga Semata-mata karena Amal Kalian
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah.
Syaikh al-Albani rahimahullah menyebutkan sebuah hadits sahih dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata : “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan puasa sembilan hari [awal] Dzulhijjah…” (HR. Abu Dawud dalam Kitab as-Shaum, lihat Shahih Sunan Abi Dawud no. 2437)
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka.
Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Bagi seorang yang jatuh cinta, maka nama kekasih/Dzat yang dicintainya tentu tidak akan lenyap dari dalam hatinya. Seandainya dia dibebani untuk melupakan kekasihnya dari ingatannya niscaya dia tidak mampu melakukannya. Seandainya dibebani untuk menahan lisan dari menyebut-nyebutnya niscaya dia pun tidak sanggup bersabar menahannya.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 560)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam bagi hamba dan utusan-Nya nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka.
Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada penghulu para nabi dan rasul, segenap sahabatnya, dan pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Orang yang diberikan kenikmatan kepada mereka -alladzina an’amta ‘alaihim- adalah orang yang mengambil ilmu dan amal. Adapun orang yang dimurkai adalah orang-orang yang mengambil ilmu dan meninggalkan amal. Dan orang-orang yang sesat adalah orang-orang yang mengambil amal namun meninggalkan ilmu.” (lihat Syarh Ba’dhu Fawa’id Surah al-Fatihah, hal. 25)
Secara bahasa, ibadah bermakna perendahan diri dan ketundukan. Adapun menurut istilah agama, ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan kepada Allah dengan landasan cinta dan pengagungan. Ibadah ini mencakup segala ucapan dan perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah; yang tampak/lahir dan yang tersembunyi/batin.
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)