Seri Faidah Ushul Tsalatsah [7]
Bismillah.
Kita berjumpa kembali dalam seri faidah dari kitab al-Ushul ats-Tsalatsah karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Bismillah.
Kita berjumpa kembali dalam seri faidah dari kitab al-Ushul ats-Tsalatsah karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Ikhlas adalah suatu hal yang tidak boleh disepelekan. Sebab tanpa keikhlasan amal ibadah tidak ada harganya di sisi Allah. Menundukkan hawa nafsu guna meraih keikhlasan adalah sebuah perjuangan besar yang perlu diperhatikan. Para pendahulu yang salih pun menilai bahwa perjuangan mencapai keikhlasan sebagai perjuangan yang amat berat dan sarat akan pengorbanan.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Salah satu perkara yang kita yakini bersama akan mewujudkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup ialah dengan beribadah dan tunduk kepada Allah ta’ala. Sebagaimana hal ini telah menjadi sebuah ketetapan dan hikmah Allah dalam penciptaan jin dan manusia.
A. Panduan : Tiga Landasan Utama. Harga: Rp. 6.000.
B. Panduan : at-Tas-hil. Harga: Rp. 25.000
C. Panduan : Kitab Tauhid. 1. Penerbit Media Hidayah : Rp. 24.000. 2. Penerbit Darul Haq : Rp. 28.000
D. Panduan : Terjemah al-Qawa’id al-Arba’. Rp. 16.000
E. Panduan : al-Muyassar. Rp. 17.000
F. Matan dan Terjemah Tiga Landasan Utama [Sama Dengan A].
G. Panduan : Mukhtarot. Rp. 32.000
Ikutilah…
Program Hafalan Matan Qawa’id Arba’
Hari : Setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu
Jam : 05.45 – 06.30 WIB
Jumlah Pertemuan : 8 Kali
oleh : Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah
Dalam salah satu risalahnya, Syaikh berkata :
فإن حاجة العبد إلى التوحيد كحاجته إلى النَّفَس. فقلب لا توحيد صحيح فيه لا روح فيه
Sesungguhnya kebutuhan setiap hamba kepada tauhid adalah laksana kebutuhan dirinya kepada jiwa/nyawa. Maka suatu hati yang tidak menyimpan tauhid yang benar di dalamnya adalah seperti tubuh yang tidak mempunyai ruh.
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Beliau berkata :
ومن أعظم موانع الدعاء: أكل الحرام
فقد ذكر النبي صلى الله عليه وسلم : « الرجل يطيل السفر أشعث أغبر، يمد يديه إلى السماء يا رب، يا رب، ومطعمه حرام، ومشربه حرام، وغذي بالحرام. فأنى يُستجاب لذلك » [رواه مسلم]. فقد أشار النبي إلى أن التمتع بالحرام أكلاً وشرباً ولبساً وتغذية أعظم مانع من قبول الدعاء وفي الحديث: « أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة »
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan :
عن الزبير بن عدي قال أتينا أنس بن مالك فشكونا إليه ما نلقى من الحجاج فقال اصبروا فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم
Dari az-Zubair bin Adi, dia berkata : Kami pernah mendatangi Anas bin Malik lalu kami mengeluhkan kepadanya mengenai apa-apa yang kami dapatkan dari al-Hajjaj -berupa tekanan dan kekejaman, pent-, maka beliau berpesan, “Sabarlah kalian, karena sesungguhnya tidaklah datang kepada kalian suatu zaman, kecuali zaman yang sesudahnya lebih buruk daripada sebelumnya, sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. Aku mendengarnya dari Nabi kalian shallallahu’alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Fitan)
Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan nikmat-Nya dan ridha Islam sebagai agama. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :
أحسن الله إليكم صاحب الفضيلة وجزاكم الله خيرا ، وهذه أسئلة كثيرة قبل أن أعرضها على فضيلتكم ، مجموعة من الجيران أيها الأخوة يشكون ممن يسدون عليهم أبواب بيوتهم وقد تشكى في الأوراق عدد منهم لا سيما في الجهة الجنوبية .
“Semoga Allah mencurahkan kebaikan kepada anda [guru] yang mulia, dan semoga Allah membalas anda dengan kebaikan yang lebih besar. Ini ada banyak pertanyaan yang masuk. Akan tetapi sebelum saya paparkan kepada anda, ada sekelompok tetangga -wahai saudara-saudara sekalian- mereka mengeluhkan tentang orang yang menghalangi pintu-pintu [gang] rumah mereka -karena memarkir kendaraan mereka di sana, pent-. Sejumlah orang diantara mereka mengeluh melalui kertas, terutama di bagian [masjid] sebelah selatan.”