Bismillah.

Alhamdulillah dengan taufik dari Allah, beberapa hari yang lalu tepatnya malam Sabtu ba’da isyak 12 September 2025 kami diberi kemudahan untuk berkunjung/sowan ke rumah Ust. Abul Hasan Ahmad Mz. hafizhahullah selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Pangeran Diponegoro (YAPADI).

Ada beberapa hal yang kami konsultasikan kepada beliau. Diantaranya adalah terkait persiapan musyawarah tahunan yang seharusnya diadakan pada bulan lalu tetapi qadarullah belum bisa terlaksana dengan berbagai pertimbangan. Musyawarah tahunan adalah momen untuk menyampaikan laporan kegiatan dan evaluasi serta membahas rencana program untuk setahun ke depan.

Rencananya musyawarah tahunan ini akan tetap diadakan bersama pengurus pada akhir bulan September 2025 ini. Kehadiran para asatidz dewan pembina, pengawas dan segenap pengurus tentu sangat diharapkan. Kepengurusan YAPADI saat ini masih diketuai oleh Bp. Habib Mustofa hafizhahullah. Alhamdulillah beberapa hari lalu kami juga menyertai teman-teman takmir Masjid Jami’ al-Mubarok untuk sowan kepada beliau.

Selain berkonsultasi terkait musyawarah tahunan ini, kami juga membicarakan kegiatan dakwah rutin di Masjid yang alhamdulillah sampai saat ini masih terus berjalan dengan segala keterbatasan yang ada. Diantara poin evaluasi yang kami sampaikan adalah belum tersedia anggaran untuk honor/mukafaah pengajar TPA di bulan Agustus. Sebagaimana diketahui bahwa TPA di MJM ada 3 kali dalam sepekan; pada hari Jum’at, Sabtu dan Ahad sore.

Alhamdulillah dengan taufik dari Allah beberapa hari lalu ada seorang donatur yang mengirimkan donasi untuk kegiatan dakwah Masjid Jami’ al-Mubarok. Dana tersebut rencananya kami salurkan untuk menunaikan hak para pengajar TPA. Mudah-mudahan jerih payah dan upaya yang diberikan oleh para pengajar diberi balasan terbaik oleh Allah…

Beberapa waktu lalu juga ada beberapa donatur yang menyumbang untuk operasional baca kitab di Wisma al-Mubarok. Ada juga donatur yang ikut membantu untuk penyediaan air minum untuk jamaah masjid. Ada pula donatur yang membantu kegiatan pengajian rutin masyarakat yang diadakan setiap akhir pekan (malam Ahad). Selain itu, ada donatur yang secara rutin menyumbangkan makanan/snack untuk jamaah selepas sholat jum’at. Tidak ada yang bisa kami haturkan selain ucapan terima kasih dan doa; semoga Allah beri balasan terbaik untuk panjenengan/anda semuanya…

Pada kesempatan sowan ke rumah Ustadz Ahmad itu, kami juga membahas terkait jadwal kajian rutin yang alhamdulillah sampai saat ini sudah berjalan 3 hari dalam sepekan; Rabu malam membahas Siroh Nabawiyah -sudah mau selesai, dan akan ganti kitab baru-, Sabtu malam (kajian warga) dan Ahad malam (tauhid). Alhamdulillah beliau terus memberikan support/dukungan dan arahan untuk ketiga program ini.

Beliau juga menyisipkan nasihat untuk kami agar selalu menjaga dan melatih kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan di dalam dakwah ini. Karena dengan berbagai kesulitan dan kendala yang dihadapi akan menempa diri kita untuk menjadi pejuang dakwah yang lebih kuat dan tangguh. Beliau juga menekankan pentingnya kerjasama, saling memahami dan saling membantu dalam dakwah ini.

Di akhir pertemuan, beliau pun menyerahkan bingkisan logistik untuk teman-teman takmir MJM. Hal ini menunjukkan kepada kita betapa besar perhatian dan dukungan beliau untuk kemajuan dakwah masyarakat ini. Beliau senantiasa berupaya untuk memberikan teladan kepedulian dan perhatian kepada umat. Semoga Allah beri balasan terbaik untuk beliau dan memberkahi ilmu, umur dan keluarganya…

Di dalam momen itu beliau juga mengingatkan kami agar menjaga akhlak dan adab kepada masyarakat. Terutama bagi masyarakat atau jamaah yang sudah tua, agar selalu menghormati dan menghargai keberadaan mereka. Beliau juga mengingatkan bahwa untuk menjadi imam sholat berjamaah hendaknya juga memperhatikan kondisi jamaah serta menggunakan bahasa yang santun dalam memimpin jamaah ketika hendak sholat.

Demikian sedikit cuplikan faidah dan nasihat oleh-oleh dari sowan ke rumah Ustadz Ahmad. Beliau bermukim di kampung Sawo desa Wirokerten Bantul, tidak jauh di sebelah selatan Masjid Isma’il. Selain sebagai pembina YAPADI, beliau juga mengampu Rumah Belajar al-Qur’an Khadijah, dewan pembina di Islamic Center Baitul Muhsinin Sleman, mengisi pengajian masyarakat di berbagai wilayah, dan menjadi khotib Jum’at di berbagai masjid di Yogyakarta.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *