Bismillah.
Diantara pelajaran yang sangat berharga dari risalah Ushul Tsalatsah adalah keyakinan tentang mengenal Allah sebagai Rabb pencipta dan pemelihara seluruh alam. Oleh sebab itulah hanya Allah yang berhak untuk disembah.
Penulis rahimahullah berkata :
فإذا قيل لك: من ربك؟ فقل ربي الله الذي رباني وربى جميع العالمين بنعمه، وهو معبودي ليس لي معبود سواه
“Apabila ditanyakan kepadamu, “Siapakah Rabbmu?” maka jawablah bahwa Rabbku adalah Allah yang telah mentarbiyahku dan mentarbiyah seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya. Dia lah sesembahanku, tidak ada bagiku sesembahan selain-Nya.”
Di dalam penjelasan ini terkandung dua prinsip aqidah; tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah. Tauhid rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah satu-satunya pencipta, pengatur dan pemelihara alam semesta. Adapun tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah atau meyakini bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah.
Tauhid rububiyah merupakan pondasi untuk menegakkan tauhid uluhiyah. Mengakui tauhid rububiyah tanpa disertai tauhid uluhiyah maka tidak bermanfaat. Oleh sebab itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi kaum musyrik yang mereka telah mengakui Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta. Seorang yang telah mengucapkan syahadat laa ilaha illallah maka dia harus melaksanakan kandungannya yaitu tauhid uluhiyah. Sebab laa ilaha illallah bermakna tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah; dan ini merupakan kandungan tauhid uluhiyah.
Termasuk di dalam rububiyah Allah adalah tarbiyah yang Allah berikan kepada umat manusia, baik yang bersifat umum maupun khusus. Dengan tarbiyah yang umum maka manusia bahkan hewan dan tumbuhan bisa hidup dan bertahan di alam dunia. Adapun dengan tarbiyah yang khusus orang beriman akan bisa melaksanakan syariat-Nya dan mengikuti bimbingan para rasul. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab adalah bagian dari rububiyah Allah; bahwa Allah adalah yang mengatur dan memelihara alam semesta. Selain itu ia menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada para hamba.
Keimanan Allah sebagai Rabb bagi alam semesta ini adalah bagian dari rukun iman yang pertama yaitu iman kepada Allah. Begitu pula keimanan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar adalah bagian utama dari iman kepada Allah. Karena pokok iman itu adalah tauhid. Maka orang yang mampu menjawab pertanyaan di alam kubur “Siapa Robbmu” adalah orang yang meyakini di dalam hidupnya bahwa Allah lah satu-satunya sesembahan yang benar dan dia tinggalkan segala sesembahan selain-Nya. Dia pun beribadah kepada Allah semata.
Allah mencurahkan kepada kita berbagai kenikmatan agar kita tunduk beribadah kepada-Nya. Bukan karena Allah yang butuh kepada kita, tetapi itu adalah demi kebaikan dan keselamatan kita sendiri. Sebab tanpa tauhid kepada Allah maka semua kebaikan akan sia-sia di akhirat. Allah berfirman (yang artinya), “Dan seandainya mereka itu berbuat syirik pasti akan lenyap semua amal kebaikan yang dahulu pernah mereka kerjakan.” (al-An’am : 88)
Dari sini kita bisa mengerti mengapa para ulama sangat perhatian terhadap dakwah tauhid; karena ia menjadi kunci kebahagiaan dan keselamatan umat manusia. Dan dari situ pula kita bisa memahami mengapa musuh-musuh Islam sangat menentang dakwah tauhid dan melabeli orang yang menyerukan kepadanya sebagai kaum Wahabi… Bahkan mengesankan kepada umat bahwa penyeru dakwah tauhid adalah golongan ekstrim dan radikal yang membahayakan umat… Subhanallah!
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Tulisan ini adalah seri ke-42 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’
Silakan membaca seri terdahulu di tautan berikut ini [klik]
0 Komentar