Bismillah.
Para ulama menjelaskan bahwa diantara keistimewaan bulan Ramadhan adalah ia termasuk diantara musim berseminya taubat kepada Allah. Dimana seorang hamba yang beriman akan tergerak hatinya untuk kembali kepada jalan Allah, menyesali dosa dan kelalaiannya selama ini dan meninggalkan kesalahan-kesalahan.
Karena Ramadhan adalah bulan yang sarat dengan berkah dan ampunan. Di bulan Ramadhan dibuka semua pintu surga dan ditutup semua pintu neraka. Puasa Ramadhan itu sendiri merupakan salah satu bentuk amalan untuk menghapuskan dosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap pahala niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di malam harinya seorang muslim pun bisa menunaikan ibadah sholat tarawih atau sholat malam yang juga menjadi sebab turunnya ampunan Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menegakkan sholat malam di bulan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Terlebih lagi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan ada sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan; yaitu laulatul qadar. Malam kemuliaan dan malam yang penuh keberkahan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul qadar dalam keadaan beriman dan mengharap pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa Ramadhan merupakan jalan untuk mencapai ketakwaan. Allah berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (al-Baqarah : 183)
Thalq bin Habib rahimahullah menjelaskan bahwa hakikat takwa adalah melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya mengharapkan pahala dari Allah, dan meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut akan hukuman Allah. Seorang yang berpuasa menahan diri dari hal-hal yang disukai oleh hawa nafsunya demi mendapatkan keridhaan Allah.
Pada bulan puasa seorang muslim bisa merasakan lezatnya ibadah dan ketaatan. Ia terlatih untuk bersabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat dan sabar menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan. Puasa itu sendiri adalah amal yang sangat erat dengan keikhlasan. Di bulan Ramadhan ini kaum muslimin dihasung untuk banyak bersedekah, banyak beramal salih dan memperbanyak membaca al-Qur’an. Dan itu semuanya tidak akan bisa terwujud dengan baik kecuali jika dilandasi dengan rasa takut kepada Allah dan bertaubat dari dosa-dosa.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sholat lima waktu, ibadah/sholat jumat yang satu menuju jumat berikutnya, dan Ramadhan yang satu menuju Ramadhan berikutnya; itu semuanya akan menjadi penebus dosa-dosa yang terjadi diantaranya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
Hal ini bukan berarti seorang muslim boleh untuk menunda taubat hingga Ramadhan tiba. Bahkan taubat itu diperintahkan kepadanya sesegera mungkin. Karena kematian adalah rahasia Allah, ia datang secara tiba-tiba. Jadi jangan tunggu taubat saat Ramadhan tiba di tengah kita, karena belum tentu umur kita masih ada saat bulan mulia itu menyapa umat manusia.
Bagi mereka yang sulit untuk berhenti dari merokok maka bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menghentikan kebiasaan buruk ini selama-lamanya. Bagi mereka yang selama ini lalai dari sholat 5 waktu maka bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki sholat dan kekhusyu’an ibadahnya. Sholat lebih tinggi kedudukannya daripada ibadah puasa. Ia merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Oleh sebab itu setiap muslim tidak boleh menyepelekan sholatnya.
Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini dan memudahkan kita untuk beramal salih di dalamnya dengan sebaik-baiknya.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar