Bismillah.
Diantara pelajaran penting dari risalah Ushul Tsalatsah adalah wajibnya kita berlindung kepada Allah dari hal-hal yang membahayakan atau merusak diri kita. Memohon perlindungan ini disebut dengan istilah isti’adzah.
Penulis rahimahullah berkata :
وَدَلِيلُ الاسْتِعَاذَةِ: قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ﴾ [الفلق: ١]. وَ ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴾) الناس: ١
Dalil dari isti’adzah yaitu firman Allah (yang artinya), “Katakanlah; Aku memohon perlindungan kepada Rabb yang menguasai waktu subuh.” (al-Falaq : 1) dan firman Allah (yang artinya), “Katakanlah; Aku berlindung kepada Rabb penguasa manusia.” (an-Nas : 1)
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
الإستعاذة: طلب الإعاذة والإعاذة الحماية من مكروه
“Isti’adzah adalah meminta i’adzah/perlindungan; adapun hakikat i’adzah itu adalah penjagaan dari hal-hal yang tidak disukai/dibenci…” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh beliau [klik])
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan :
الاستعاذة: طلب الالتجاء إلى من يمنعك من محذور تخافه من أجل أن يدفع عنك هذا الشيء
“Isti’adzah itu adalah meminta atau bersandar kepada sesuatu/pihak tertentu yang dapat menghalangimu dari sesuatu yang ditakutkan olehmu dalam rangka menyingkirkan atau menghindarkan dirimu dari hal ini yang tidak kamu sukai.” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh beliau [klik])
Dahulu di masa jahiliyah kebiasaan orang-orang musyrik ketika singgah di suatu lembah maka mereka berdoa meminta perlindungan kepada jin penunggu tempat tersebut. Mereka berkata, “Kami berlindung kepada sayyid/tuan penunggu lembah ini dari orang-orang bodoh diantara kaumnya.” Oleh sebab itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajarkan doa kepada kaum muslimin, A’udzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq; “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk-Nya.” (lihat Ibthal at-Tandid, hal. 81)
Adapun meminta perlindungan kepada orang yang hidup dan hadir dalam hal-hal yang dia mampu maka hal itu tidak mengapa. Akan tetapi jika orang itu meminta perlindungan kepada orang yang mati, atau orang yang ghaib/tidak hadir dan tidak bisa berkomunikasi dengannya secara wajar, atau kepada orang yang hidup tetapi dalam hal yang di luar kemampuan manusia (hanya dikuasai Allah) maka hal itu termasuk syirik (lihat keterangan Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah dalam Syarh Ushul Tsalatsah, hal. 71)
Isti’adzah termasuk ibadah yang sangat agung dan akan menjaga hamba dalam kehidupannya. Oleh sebab itu seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa isti’adzah yang ada di dalam surat al-Falaq dan an-Nas pada dzikir pagi dan petang. Termasuk ketika hendak membaca al-Qur’an kita diperintahkan untuk berlindung dari godaan setan.
Begitu pula ketika datang situasi fitnah/kerusakan dan kekacauan maka kita diperintahkan untuk berdoa kepada Allah meminta perlindungan agar dijaga dari fitnah-fitnah yang menyesatkan… yang tampak dan yang tersembunyi… Bahkan ketika hendak masuk wc atau kamar kecil dianjurkan untuk berdoa meminta perlindungan dari gangguan setan… Bahkan di akhir sholat kita juga berdoa kepada Allah berlindung dari azab Jahannam, dari azab kubur dan dari fitnah kehidupan dan kematian serta berlindung dari keburukan fitnah Dajjal…
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Tulisan ini adalah seri ke-32 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’
Silakan membaca seri terdahulu di tautan berikut ini [klik]
0 Komentar