Bismillah.
Diantara kitab yang sarat dengan faidah dan nasihat dalam bab aqidah adalah kitab yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah (wafat 1376 H) yang berjudul :
التوضيح والبيان لشجرة الإيمان
at-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman (penjelasan dan keterangan tentang pohon iman)
Di dalam kitab ini beliau menjelaskan mengenai kedudukan iman, hakikat/tafsirnya, pokok-pokoknya, apa saja yang menjadi tumpuannya, faidah dan buah-buahnya.
Pdf kitabnya bisa diunduh dari sini [buka]
Alhamdulillah kitab ini pernah dikaji pada bulan Ramadhan 1433 H oleh Syaikh Shalih bin Sa’ad as-Suhaimi hafizhahullah yang terbagi menjadi 15 pertemuan; audionya bisa disimak dan diunduh dari sini [buka]
Syaikh Shalih bin Sa’ad as-Suhaimi adalah salah seorang ulama besar yang kini menjadi pengajar tetap di Masjid Nabawi; beliau termasuk salah satu guru dari Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah. Seorang ulama yang sangat besar perhatiannya terhadap aqidah dan manhaj Islam.
Bagi yang ingin menyimak salah satu rekaman ceramah beliau di Masjid Nabawi yang membahas tentang pentingnya aqidah dan manhaj salaf silakan menyimak dari sini [buka]
Pohon Iman di dalam al-Qur’an
Allah berfirman (yang artinya), “Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah memberikan suatu perumpamaan tentang suatu kalimat yang baik seperti sebuah pohon yang baik, yang pokoknya kokoh dan cabang-cabangnya menjulang di langit. Ia memberikan buah-buahnya pada setiap muslim dengan izin Rabbnya. Dan Allah memberikan perumpamaan-perumpamaan bagi manusia mudah-mudahan mereka mau mengambil pelajaran.” (Ibrahim : 24-25)
Imam al-Baghawi rahimahullah menafsirkan bahwa yang dimaksud ‘kalimat yang baik’ di sini adalah kalimat laa ilaha illallah. Beliau juga menjelaskan bahwa perumpamaan ‘pohon yang baik’ itu maksudnya adalah pohon kurma. Ibnu Abbas menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah pohon di surga (lihat Tafsir al-Baghawi, hal. 685)
Ibnu Abbas juga menafsirkan bahwa yang dimaksud ‘kalimat yang baik’ adalah syahadat laa ilaha illallah. Adapun yang dimaksud ‘pohon yang baik’ di sini adalah gambaran seorang mukmin. Yang pokoknya kokoh tertanam di dalam hati, yaitu kalimat laa ilaha illallah, dan cabangnya menjulang tinggi di langit maksudnya amal-amalnya terangkat ke langit. Ayat ini memberikan perumpamaan tentang keadaan seorang mukmin yang ucapannya baik dan amalannya juga baik. Perumpamaan seorang mukmin seperti pohon kurma. Senantiasa muncul darinya amal salih pada setiap waktu dan musim, di kala pagi maupun sore (lihat Tafsir al-Qur’an al-Azhim, 4/491)
Demikianlah perumpaan tentang keberadaan seorang mukmin. Ia laksana sebatang pohon yang bagus. Akarnya tertancap kuat di dalam bumi berupa ilmu dan keyakinan. Adapun cabang-cabangnya berupa ucapan-ucapan yang baik, amal-amal salih, akhlak mulia, dan adab-adab yang indah; semuanya menjulang tinggi di langit. Amal-amal dan ucapan-ucapan yang baik pun terangkat pahalanya ke langit ke hadapan Allah; yang itu semuanya merupakan buah dari pohon keimanan. Dengan itu semua maka seorang mukmin bisa mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan juga bagi orang-orang lain di sekitarnya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 425)
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar