Bismillah.

Dalam surat al-Ma-idah Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah wasilah menuju-Nya dan berjihadlah kalian di jalan-Nya, mudah-mudahan kalian beruntung.” (al-Ma-idah : 35)

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menjelaskan :

” وابتغوا إليه الوسيلة “، يقول: واطلبوا القربة إليه بالعمل بما يرضيه

“Dan carilah wasilah menuju-Nya” yaitu Allah mengatakan (yang maknanya) : Carilah kedekatan diri kepada-Nya dengan melakukan amalan yang membuat ridha Allah.” (lihat Tafsir ath-Thabari [klik])

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menukil penafsiran dari Qatadah rahimahullah :

وقال قتادة : أي تقربوا إليه بطاعته والعمل بما يرضيه

“Qatadah berkata : Hendaklah kalian mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan kepada-Nya dan melakukan amal yang membuat Allah ridha.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir [klik])

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan :

هي القُربة إليه بطاعته، هذا محل إجماعٍ من أهل العلم، يعني: دعوا محارم الله، وتقرَّبوا إليه بطاعته -جلَّ وعلا-، فالتقوى: ترك المحارم، والوسيلة: أداء الفرائض

“Maksud dari wasilah itu adalah kedekatan diri kepada Allah dengan cara taat kepada-Nya, dan hal ini merupakan perkara yang disepakati oleh para ulama; artinya ayat itu adalah ‘Tinggalkan keharaman Allah dan hendaknya kalian mendekatkan diri keoada-Nya dengan taat kepada-Nya. Maka takwa -dalam ayat itu- bermakna meninggalkan hal-hal yang haram, sedangkan wasilah yang dimaksud adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban…” (lihat Transkrip pelajaran Syarh Tafsir Ibnu Katsir Surat al-Ma-idah oleh Syaikh Bin Baz [klik])

Syaikh Bin Baz rahimahullah juga menjelaskan :

فقوله: اتَّقُوا اللَّهَ يعني اتركوا محارمه وعظموه واخشوه وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ بأداء حقه، الوسيلة القربة إليه بطاعته، فالمعنى أدوا فرائضه واتركوا محارمه، وجاهدوا أعداءه،

Firman Allah (yang artinya), “Bertakwalah kalian kepada Allah” yaitu tinggalkan keharaman, agungkan Dia dan takutlah kepada-Nya. “Carilah wasilah/kedekatan menuju-Nya” yaitu dengan menunaikan hak-Nya. Wasilah adalah pendekatan diri kepada Allah dengan taat kepada-Nya. Maka makna yang dikehendaki adalah; tunaikanlah kewajiban-kewajiban dari-Nya, tinggalkan keharaman-keharaman, dan berjihadlah melawan musuh-musuh-Nya.” (lihat Transkrip pelajaran Tafsir Ibnu Katsir Surat al-Ma-idah oleh beliau, dari majelis yang berbeda [klik])

Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata :

الوسيلة القربة يعني: بطاعته، هذه الوسيلة عند أهل العلم جميعًا، الوسيلة التقرب إلى الله بطاعته،

“Wasilah yang dimaksud -dalam surat al-Ma-idah- itu adalah kedekatan diri kepada Allah yaitu dengan taat kepada-Nya; inilah wasilah yang dimaksud bedasarkan tafsiran segenap ahli ilmu. Wasilah yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan taat kepada-Nya…” (lihat transkrip Fatawa Nur ‘ala Darb [klik])

Dalam fatwa yang sama, Syaikh Bin Baz juga menegaskan :

 يعني: ابتغوا إلى القرب إليه بطاعته، هكذا قال ابن جرير وابن كثير و البغوي وغيرهم من أئمة التفسير.

“Artinya carilah kedekatan diri kepada Allah dengan taat kepada-Nya. Inilah tafsiran yang disampaikan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, al-Baghawi dan para imam ahli tafsir yang lain.” Sekian nukilan dari beliau.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *