Bismillah.

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah di dalam situs resminya membawakan sebuah atsar/riwayat yang menakjubkan : Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :

إنْ كان الرجلُ ليكون فقيهًا جالسًا مع القوم فيرى بعضُ القومِ أنَّ به عِيًّا وما به من عيٍّ إلا كراهيةَ أن يشتهر

“Sungguh dahulu ada seorang fakih/ahli agama yang duduk bersahaja bersama suatu kaum, sebagian orang menyangka bahwa dia adalah orang yang tidak tahu/bodoh. Padahal dia bukanlah orang yang bodoh. Dia hanya tidak suka untuk menjadi orang yang terkenal.” (lihat az-Zuhd karya Imam Ahmad)

Kemudian, Syaikh Abdurrazzaq al-Badr berkata :

وإن كان الرجل ليكون جاهلًا جالسًا مع القوم فيتكلم بلا علم وما به من رغبة إلا أن يشتهر

“Dan sungguh ada orang yang bodoh duduk bersama suatu kaum lalu dia berbicara seenaknya tanpa ilmu, sementara tidak ada keinginannya kecuali sekedar ingin menjadi tenar/terkenal.” (lihat Atsar wa Ta’liq, dengan tema ‘Syuhrah’ dari website resmi Syaikh Abdurrazzaq al-Badr [klik])

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa keinginan untuk menjadi terkenal atau haus popularitas adalah penyakit yang membahayakan. Orang rela melakukan apa saja demi terkenal. Ketenaran ini bisa jadi merupakan suatu bentuk fitnah/musibah dan bencana yang merusak agama seorang hamba.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *