Bismillah.
Allah berfirman :
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا
“Para malaikat yang memikul ‘Arsy dan para malaikat lain yang di sekelilingnya senantiasa bertasbih/menyucikan Allah dengan memuji Rabb mereka dan mereka pun beriman kepada-Nya, dan mereka memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman…” (Ghafir : 7)
Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menjelaskan :
الذين يحملون عرش الله من ملائكته, ومن حول عرشه, ممن يحفّ به من الملائكة ( يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ) يقول: يصلون لربهم بحمده وشكره ( وَيُؤْمِنُونَ بِهِ ) يقول: ويقرّون بالله أنه لا إله لهم سواه, ويشهدون بذلك, لا يستكبرون عن عبادته ( وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا ) يقول: ويسألون ربهم أن يغفر للذين أقرّوا بمثل إقرارهم من توحيد الله, والبراءة من كلّ معبود سواه ذنوبهم, فيعفوها عنهم.
“Para malaikat yang memikul ‘Arsy-nya Allah dan para malaikat lain yang mengelilinginya ‘senantiasa bertasbih dengan memuji Rabbnya’ yaitu mereka memuji Allah dengan pujian serta syukur kepada-Nya, ‘dan mereka beriman kepada-Nya’ yaitu mereka mengakui bahwa tidak ada ilah/sesembahan yang benar selain Allah, mereka pun mempersaksikan hal itu. Mereka tidak menyombongkan diri dari beribadah kepada-Nya, ‘dan mereka memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman’ mereka meminta kepada Rabbnya supaya mengampuni dosa-dosa orang-orang yang mengakui/meyakini sebagaimana apa yang mereka yakini yaitu dalam hal keesaan Allah dan berlepas diri dari segala bentuk sesembahan selain-Nya; supaya Allah mengampuni/memaafkan mereka…” (lihat Tafsir ath-Thabari [klik])
Muthorrif rahimahullah berkata :
أنصح عباد الله للمؤمنين هم الملائكة ، وأغش الخلق للمؤمنين هم الشياطين .
“Hamba Allah yang paling menginginkan kebaikan bagi kaum beriman adalah para malaikat, dan makhluk yang paling suka menipu kaum beriman adalah setan-setan.” (lihat Tafsir al-Baghawi [klik])
Ayat di atas menjadi dalil yang menunjukkan besarnya keutamaan iman dan manfaatnya; bahwa iman menjadi sebab orang-orang mukmin mendapatkan doa dari para malaikat pemikul Arsy; yaitu para malaikat itu memintakan ampunan bagi kaum yang beriman (lihat Ahaditsul Iman oleh Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah, hal. 13)
Para malaikat itu berdoa kepada Allah :
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“Wahai Robb kami, Mahaluas rahmat dan ilmu-Mu mencakup segala sesuatu, maka ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu, dan jagalah mereka dari siksa api neraka yang menyala-nyala.” (Ghafir : 7)
Hal ini menunjukkan bahwa para malaikat pemikul Arsy itu mendoakan kepada setiap orang beriman yang bertaubat dari segala bentuk syirik dan kemaksiatan dan orang-orang yang setia mengikuti jalan yang Allah perintahkan kepada mereka untuk ditempuh yaitu jalan Islam, demikan kandungan doa tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh as-Sa’di rahimahullah dalam Tafsirnya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, Surat Ghafir [klik])
Dari ayat di atas kita juga bisa mengambil faidah keutamaan bertaubat dan berpegang-teguh dengan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahwa orang yang bertaubat juga didoakan ampunan oleh para malaikat. Begitu pula orang-orang yang setia dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ajaran Islam yang murni dari segala kotoran bid’ah dan kemungkaran. Bahkan para malaikat itu juga berdoa kepada Allah agar menjaga kaum beriman yang senantiasa bertaubat dan mengikuti Sunnah itu dari panasnya azab neraka…
Ayat di atas juga mengandung penetapan sifat ilmu dan rahmat bagi Allah. Ilmu Allah Mahaluas meliputi segala sesuatu, demikian pula rahmat-Nya. Rahmat yang dimaksud di sini adalah rahmat yang bersifat umum, adapun rahmat yang khusus/istimewa hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar