Bismillah.

Basmalah yaitu kalimat yang berbunyi ‘bismillaahirrahmaanirrahiim

 بسم الله الرحمن الرحيم

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Di dalam tafsirnya yang berjudul ‘Taisir al-Karim ar-Rahman‘, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan kandungan dari kalimat basmalah :

بِسْمِ اللَّهِ ” أي: أبتدئ بكل اسم لله تعالى, لأن لفظ ” اسم ” مفرد مضاف, فيعم جميع الأسماء الحسنى.
” اللَّهِ ” هو المألوه المعبود, المستحق لإفراده بالعبادة, لما اتصف به من صفات الألوهية وهي صفات الكمال.
” الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ” اسمان دالان على أنه تعالى ذو الرحمة الواسعة العظيمة التي وسعت كل شيء, وعمت كل حي, وكتبها للمتقين المتبعين, لأنبيائه ورسله.
فهؤلاء لهم الرحمة المطلقة, ومن عداهم, فله نصيب منها.

Kalimat ‘bismillah’ (dengan nama Allah) artinya : Aku mengawali dengan segala nama Allah. Karena kata ‘ism’ (nama) dalam bentuk mufrod/tunggal dan mudhaf/disandarkan, oleh sebab itu ia bermakna luas mencakup semua Asma’ul Husna.

Nama ‘Allah’ artinya al-ma’luh/yang disembah, al-ma’bud/yang diibadahi, Yang berhak untuk diesakan dalam hal ibadah untuk-Nya semata; karena Allah pemilik sifat-sifat uluhiyah yang ini merupakan sifat-sifat kesempurnaan.

Nama ‘Ar-Rahman dan ar-Rahim’ adalah dua nama Allah yang menunjukkan bahwa Allah pemilik sifat kasih sayang yang luas dan mahaagung yang mencakup segala sesuatu dan meliputi semua makhluk hidup, dan Allah menetapkan kasih sayangnya bagi orang-orang bertakwa yang setia mengikuti para nabi dan rasul; mereka itulah yang diberikan rahmat yang mutlak/sempurna, sedangkan selain mereka hanya mendapatkan sebagian darinya.

(Sumber teks Arab : https://ar.islamway.net/quran/interpretation/saadi/1)

Penjelasan :

Dari keterangan beliau di atas, kita bisa menarik faidah bahwa di dalam kalimat basmalah itu terkandung 3 nama Allah; Allah, ar-Rahman dan ar-Rahim. Setiap nama ini menunjukkan sifat yang terkandung di dalamnya. Nama Allah mengandung sifat uluhiyah; yaitu Allah sebagai Dzat yang berhak disembah. Adapun nama ar-Rahman dan ar-Rahim mengandung sifat rahmat atau kasih sayang.

Para ulama juga menjelaskan bahwa huruf ba’ (bi) di awal kalimat ini bermakna isti’anah; untuk meminta bantuan atau pertolongan. Penyebutan nama-nama Allah di sini dengan tujuan tabarruk/mencari berkah dalam mengawali segala urusan. Berkah adalah kebaikan yang melimpah dan terus-menerus.

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa makna ucapan basmalah adalah ‘memohon pertolongan dan bantuan/beristi’anah dengan menyebut nama Allah’. Sehingga kalimat ini diucapkan dalam rangka memohon bantuan kepada Allah dan mencari berkah dengan menyebut nama-Nya (lihat Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hal. 12)

Senada dengan hal itu penafsiran dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah bahwasanya makna ucapan basmalah adalah ‘aku membaca dengan seraya memohon pertolongan dan bantuan serta mencari keberkahan dengan menyebut nama Allah…‘ (lihat Tafsir Surah al-Fatihah, hal. 22). Tafsiran serupa juga disampaikan oleh Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah dalam penjelasannya terhadap risalah Durus Muhimmah karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (lihat Syarh ad-Durus al-Muhimmah, hal. 12)

Oleh sebab itu faidah penting dari huruf ba’ dalam basmalah ini adalah dalam rangka mencari berkah dengan berdzikir menyebut nama Allah. Makna kalimat itu adalah ‘saya memulai dengan menyebut nama Allah sebelum ucapan yang ingin saya katakan atau sebelum perbuatan yang hendak saya lakukan’. Di dalamnya terkandung faidah mencari keberkahan dari Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. Penjelasan serupa telah disampaikan oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (lihat at-Tabarruk Anwa’uhu wa Ahkamuhu, karya Dr. Nashir al-Judai’ hal. 205-206)

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *