Siapa Rabbmu?

Di dalam al-Wajibat, Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah berkata :

فإذا قيل لك: من ربك؟ فقل: ربي الله، الذي ربَّاني وربَّى جميع العالمين بنعمته، وهو معبودي، ليس لي معبودٌ سواه

Apabila ditanyakan kepadamu “Siapa Rabbmu?” jawablah “Rabbku adalah Allah Yang telah mentarbiyahku dan mentarbiyah seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya. Dia lah sesembahanku, tidak ada bagiku sesembahan selain-Nya.”

(lebih…)

Kunci Pokok Keberuntungan

Bismillah.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, surat al-‘Ashr menyimpan begitu banyak pelajaran berharga. Sampai-sampai Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Seandainya manusia mau merenungkan kandungan surat ini niscaya hal itu akan cukup untuk mereka.” (lihat catatan kaki Ithaful ‘Uqul bi Syarhi ats-Tsalatsah al-Ushul, hal. 23 dan keterangan Syaikh Yahya al-Hajuri hafizhahullah dalam Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hal. 10)

(lebih…)

Orang-Orang Yang Beruntung

Di dalam Hilyatul Auliyaa’ disebutkan sebuah perkataan dari Tsabit al-Bunani rahimahullah, beliau mengatakan, “Beruntunglah orang yang mengingat saat datangnya kematian. Tidaklah seorang hamba memperbanyak ingat kematian melainkan pasti akan terlihat pengaruhnya pada amal-amalnya.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, 1/23-24)

(lebih…)

Apa Penyebab Rambut Nabi Cepat Beruban?

Syaikh al-Albani rahimahullah menyebutkan hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, bahwa Abu Bakar radhiyallahu’anhu berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah! Anda telah beruban.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Telah membuatku cepat beruban [surat] Hud, al-Waqi’ah, al-Mursalat, ‘Amma yatasaa’aluun, dan ‘Idzasy syamsu kuwwirat’.” (lihat Sahih Sunan Tirmidzi, 3/343. hadits no 3297, ash-Shahihah no. 955)

(lebih…)

Merajut Makna Penghambaan

Hakikat Ibadah

Hakikat ibadah itu adalah ketundukan dan perendahan diri. Apabila disertakan bersamanya kecintaan dan kepatuhan maka jadilah ia ibadah secara syar’i. Dalam tinjauan syari’at, ibadah itu adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dengan dilandasi rasa cinta, harap, dan takut (lihat at-Tam-hiid, cet. Dar al-Minhaj, hal. 22)

(lebih…)