Mengenal Tauhid [Bagian 42]
Bismillah.
Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan di atas semua agama. Amma ba’du.
Bismillah.
Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan di atas semua agama. Amma ba’du.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustaz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah di Masjid Agung Sleman – Yogyakarta dengan tema :
Bismillah.
Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan pengikut mereka yang setia. Amma ba’du.
Bismillah.
Salah satu pelajaran penting dalam hal tauhid adalah dalil yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah di dalam Kitab Tauhid; yaitu ketika beliau membawakan ayat yang mengisahkan isi doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kepada Rabbnya. Ibrahim berkata (yang artinya), “Dan jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah patung-patung.” (Ibrahim : 35)
Bismillah.
Thawus bin Kaisan mengisahkan :
Ketika terjadi fitnah/pemberontakan kepada Utsman bin Affan ada seorang lelaki yang berkata kepada keluarganya, “Ikatlah aku, sesungguhnya aku ini mulai gila.”
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kembali Allah berikan taufik kepada kita untuk bersama-sama memetik faidah dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah.
Bismillah.
Salah satu pedoman dan prinsip dalam hal aqidah Islam adalah wajibnya bersatu dan terlarangnya berpecah-belah. Hal ini dilandasi oleh banyak dalil. Diantaranya adalah firman Allah (yang artinya), “Dan berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (Ali ‘Imran : 103).