Manusia dan Cinta

kebun-bunga-matahari-hokkaido-9

Tidak diingkari bahwa cinta adalah faktor yang menggerakkan aktifitas manusia. Cinta kepada kehidupan dan kesehatan membuat manusia berusaha untuk selamat dari penyakit dan kematian. Cinta kepada harta membuat manusia berusaha untuk menyimpan harta di tempat yang aman, menyewa penjaga, dan membuat sistem pengamanan yang ketat.

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 10

1456620_604996592869318_2084261106_n

10. Keutamaan Tauhid

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan bab setelah mukadimah dengan judul ‘Bab Keutamaan Tauhid dan Pengampunan Dosa’. Para ulama menerangkan, bahwa pengampunan dosa adalah bagian dari keutamaan tauhid. Sehingga di sini disebutkan keutamaan tauhid secara umum, dan lebih khusus lagi yang berkaitan dengan pengampunan dosa. Kemudian, dalam ungkapan ‘pengampunan dosa’ ini terkandung makna dosa-dosa apa saja yang akan terampuni dengan sebab tauhid. Dari keterangan yang akan beliau bawakan akan jelas bagi kita bahwa tauhid bisa menghapuskan segala dosa, selama itu bukan syirik atau kekafiran.

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 9

quran3

9. Rangkuman Isi Mukadimah

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah pada bagian awal kitab ini telah membawakan ayat, atsar, dan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun ayat pertama yang beliau bawakan dari surat Adz-Dzariyat ayat 56 berisi hikmah penciptaan jin dan manusia, yaitu untuk beribadah. Ibadah tidak bisa terwujud kecuali dengan mengingkari sesembahan selain Allah. Oleh sebab itu beliau membawakan ayat berikutnya dalam surat An-Nahl ayat 36.

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 8

shf_fathul_majid

8. Hak Allah Atas Setiap Hamba

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu. Beliau mengisahkan : Dahulu aku pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai. Ketika itu beliau berkata kepadaku, “Wahai Mu’adz, apakah kamu tahu apakah hak Allah atas hamba dan apa hak hamba kepada Allah?”. Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Hak Allah atas hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Adapun hak hamba kepada Allah ialah Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya saya kabarkan berita gembira ini kepada manusia?”. Beliau menjawab, “Jangan kabarkan berita gembira ini kepada mereka karena itu akan membuat mereka bersandar.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab Sahih mereka)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 7

abusalafy7

7. Larangan Terbesar

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Katakanlah; Kemarilah akan aku bacakan kepada kalian apa-apa yang diharamkan Rabb kalian kepada kalian; yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (Al-An’am : 151). Ayat ini memberikan peringatan keras dari syirik dengan segala bentuk dan variasinya (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 30)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 6

10613068_785640641503062_6557688159310305575_n

6. Perintah Paling Agung

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (An-Nisaa’ : 36). Ayat yang mulia ini menunjukkan wajibnya beribadah kepada Allah semata dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 27)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 5

syarah-kitab-tauhid

5. Hakikat Tauhid

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah berbuat baik…” (Al-Israa’ : 23). Ayat ini menunjukkan tentang wajibnya mengesakan Allah dalam beribadah, dan inilah yang dimaksud dengan tauhid (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 24)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 4

flame_2

4. Tujuan dan Hikmah Diutusnya Para Rasul

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl : 36). Ayat ini menunjukkan kesepakatan segenap rasul dalam mendakwahkan tauhid, dan bahwasanya mereka diutus dengan membawa misi ini; yaitu dakwah tauhid (lihat Al-Qaul-Al-Mufid oleh Syaikh Al-Utsaimin, 1/14)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 3

pdi_syarah_kitab_tauhid_200x296

3. Tujuan dan Hikmah Penciptaan

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56). Makna ayat ini adalah bahwasanya Allah ta’ala mengabarkan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka (lihat Fat-hul Majid, hal. 17 cet. Darul Hadits)

(lebih…)