Mengenal Kitab Ulama (2)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kita berjumpa kembali dalam seri artikel mengenal kitab ulama. Pada bagian kedua ini kami akan menyajikan gambaran sekilas mengenai sebuah kitab kecil namun sarat faidah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kita berjumpa kembali dalam seri artikel mengenal kitab ulama. Pada bagian kedua ini kami akan menyajikan gambaran sekilas mengenai sebuah kitab kecil namun sarat faidah.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah maka dia masuk neraka.” Dan aku -Ibnu Mas’ud- berkata, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Secara bahasa, manhaj berarti ‘jalan yang terang dan gamblang’. Adapun istilah ‘salaf’ yang dimaksud di sini adalah para pendahulu umat ini dari kalangan Sahabat dan pengikut setia mereka (lihat al-Mukhtashar al-Hatsits, hal. 15-16)
Bagian 4.
Syirik Menghapuskan Ibadah dan Keimanan
Penulis rahimahullah berkata, “…Sebagaimana halnya sholat tidak disebut sholat kecuali apabila disertai dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik masuk ke dalam ibadah maka ia menjadi rusak, sebagaimana hadats yang menimpa pada thaharah.”
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Imam an-Nawawi rahimahullah mencantumkan hadits dalam al-Arba’in an-Nawawiyah -hadits ke-3- dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata : Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara; syahadat laa ilaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagian 3.
Makna dan Hakikat Ibadah
Penulis rahimahullah berkata, “Apabila anda telah mengetahui bahwa Allah menciptakan anda untuk beribadah kepada-Nya, maka ketahuilah bahwasanya ibadah tidaklah dinamakan ibadah kecuali apabila disertai dengan tauhid….”
(lebih…)
Tujuan Hidup Manusia dan Misi Dakwah Para Rasul
Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56)
Bersyukur Terhadap Nikmat Allah
Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- berkata, “Dan semoga Allah menjadikan kamu termasuk orang yang apabila diberi nikmat maka dia bersyukur.”
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya kebanyakan orang apabila diberi nikmat maka mereka justru kufur dan mengingkarinya, bahkan mereka menggunakannya bukan dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, sehingga hal itu menjadi sebab kebinasaan diri mereka. Adapun orang yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat kepadanya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah ketika Rabb kalian telah mengumumkan jika kalian bersyukur pasti Aku akan tambahkan nikmat kepada kalian.” (Ibrahim : 7).” (lihat Syarh al-Fauzan, hal. 8)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka.