Kajian Kitab Tauhid – Masjid Syuhada Yogyakarta
Sumber : Ustadz Amrullah Akadhinta hafizhahullah
# Ikuti: Kajian Kitab Tauhid #14 #
“Meminta Perlindungan Pada Selain Allah”
Sumber : Ustadz Amrullah Akadhinta hafizhahullah
# Ikuti: Kajian Kitab Tauhid #14 #
“Meminta Perlindungan Pada Selain Allah”
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Kedua. Iman kepada para malaikat, maknanya adalah membenarkan wujud/keberadaan mereka dan bahwasanya mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah ciptakan mereka dari cahaya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah bisa hadir kembali untuk menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz Dwi Abu Dzulqarnain hafizhahullah.
Bismillah, wa bihi nasta’iinu.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sudah menjadi tugas kita untuk mempelajari makna-makna ayat al-Qur’an dan menyebarkannya kepada manusia. Sebab inilah jalan menuju kebaikan dan kemuliaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini bisa hadir kembali untuk menyajikan sebuah rekaman kajian aqidah Islam bersama Ustadz Romelan, Lc. hafizhahullah.
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Nama-nama al-Firqah an-Najiyah dan Maknanya
Tatkala kelompok ini (Ahlus Sunnah) adalah kelompok yang selamat dari kesesatan maka penting untuk mengetahui nama-nama dan tanda-tandanya agar bisa diteladani. Kelompok ini memiliki nama-nama yang agung sehingga dengan itu ia terbedakan dengan seluruh firqah lainnya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan kembali lanjutan rekaman kajian bersama ustadz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah.
Bismillah.
Satu hal yang diyakini oleh kaum muslimin, bahwa amalan hati memiliki pengaruh kuat terhadap amalan lahiriah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhuma yang menjelaskan pentingnya hati bagi amalan, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah jantung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Sungguh Allah subhanahu telah mensyari’atkan untuk mereka (umat Islam) bersatu dalam menunaikan ibadah-ibadah dalam bentuk sholat, puasa, haji, dan menimba ilmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah memberikan dorongan untuk mewujudkan persatuan kaum muslimin. Beliau juga melarang mereka dari perpecahan dan perselisihan.
Para ulama memiliki perhatian yang sangat besar terhadap perkara aqidah. Ada diantara mereka yang menyusun buku dalam hal aqidah dengan judul as-Sunnah, seperti as-Sunnah karya Abdullah putra Imam Ahmad bin Hanbal, as-Sunnah karya al-Khallal, dan as-Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim. Ada juga yang dinamai dengan asy-Syari’ah seperti yang ditulis oleh al-Aajurri. Ada pula yang diberi nama dengan Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah sebagaimana yang ditulis oleh al-Laalikaa’i. Ada juga yang diberi nama dengan at-Tauhid seperti karya Ibnu Khuzaimah dan at-Tauhid karya Ibnu Mandah, dan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Ada pula yang disebut dengan ‘Aqidah seperti yang ditulis oleh Abu Ja’far ath-Thahawi dan ‘Aqidah Wasithiyah oleh Ibnu Taimiyah. Ada juga yang disebut i’tiqad seperti Lum’atul I’tiqad karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi (lihat Syarh Lum’atil I’tiqad oleh Syaikh al-Fauzan hafizhahullah, hal. 22)