Penjelasan Pembatal Islam – Syaikh Shalih al-Fauzan
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan kembali sebuah rekaman kajian aqidah bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan kembali sebuah rekaman kajian aqidah bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan hari Sabtu ini bisa menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz M. Romelan, Lc. hafizhahullah.
Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa bersua kembali untuk menyajikan tiga buah rekaman kajian bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah.
Bismillah.
Hati adalah komandan bagi seluruh ucapan dan amal perbuatan anggota badan. Apabila hati memerintahkan kebaikan maka muncullah ucapan dan perbuatan baik. Sebaliknya jika hati memerintahkan keburukan maka lahirlah keburukan. Di sinilah letak pentingnya memperhatikan kondisi hati setiap kita.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan sebuah video rekaman kajian Kitab Tauhid bersama Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah dengan membahas tema ‘Penistaan Agama’.
Bismillah.
Alhamdulillah bisa berjumpa kembali untuk menyajikan sebuah rekaman nasihat dari Syaikh Muhammad bin Abdillah al-Imam hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah, kaum muslimin yang dirahmati Allah kita bisa bertemu kembali untuk menebar faidah berupa rekaman kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Dwi Abu Dzulqarnain hafizhahullah.
Mengapa Kita Harus Belajar Tauhid?
Tauhid merupakan tujuan hidup. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56)