Beramal Untuk Akhirat

Bismillah.

Salah satu nasihat berharga bagi kita adalah apa yang dibawakan oleh Imam Ibnu Abid Dun-ya rahimahullah dalam kitab az-Zuhd :

عَوْنُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، قَالَ: كَانُوا يَتَوَاصُونَ فِيمَا بَيْنَهُمْ بِثَلَاثَةِ أَحْرُفٍ يَكْتُبُ بِهَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ: «مَنْ عَمِلَ لِلَّهِ تَعَالَى كَفَاهُ اللَّهُ النَّاسَ، وَمَنْ عَمِلَ لِآخِرَتِهِ كَفَاهُ اللَّهُ دُنْيَاهُ، وَمَنْ أَصْلَحَ سَرِيرَتَهُ أَصْلَحَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَانِيَتَهُ»

Dari Aun bin Abdullah bin Utbah, beliau berkata : Orang-orang salih terdahulu saling mewasiatkan diantara mereka dengan tiga kalimat yang mereka tuliskan untuk saudaranya, “Barangsiapa yang beramal ikhlas karena Allah maka Allah akan mencukupkan dia dari ketergantungan kepada manusia. Barangsiapa yang beramal untuk kebaikan akhiratnya maka Allah akan cukupkan dia dalam perkara dunianya. Barangsiapa yang memperbaiki isi hati/batinnya maka Allah akan perbaiki keadaannya secara lahiriah/yang tampak di hadapan manusia.” (sumber : Kitab az-Zuhd, link : https://shamela.ws/book/8216/343)

Imam Ibnu Abid Dun-ya juga menyebutkan riwayat serupa di dalam Kitab Ikhlas. Di dalam nasihat singkat ini terkandung pelajaran yang sangat dalam. Bahwa seorang muslim wajib memperbaiki amal-amalnya. Amal yang diterima adalah amal yang ikhlas karena Allah. Hendaklah seorang melakukan amal akhirat bukan demi mencapai ambisi dunia yang sementara dan hina. Nasihat ini juga menunjukkan wajibnya memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dengan membersihkan hati dari segala bentuk dosa dan keburukan.

Dari sinilah kita mengetahui bahwa menjaga amal itu lebih berat daripada melakukannya. Betapa banyak orang yang bisa beramal tetapi tidak bisa menjaganya dari riya’, dari ujub, dari kesombongan, atau dari berbagai bentuk dosa lisan dan anggota badan. Betapa banyak amal yang terbang sia-sia gara-gara pelakunya tidak ikhlas, atau karena tidak sesuai dengan sunnah/tuntunan rasul.

Allah berfirman :

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakanlah; Maukah kami kabarkan kepada kalian mengenai orang-orang yang paling merugi amalnya; yaitu orang-orang yang sia-sia usahanya dalam kehidupan dunia sementara mereka mengira bahwa dirinya telah melakukan suatu kebaikan dengan sebagus-bagusnya.” (al-Kahfi : 103-104)

Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk ikhlas dalam beramal dan mengikuti pedoman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tinggalkan komentar