Bismillah.
Diantara perkara yang wajib untuk kita yakini bahwa nikmat yang Allah berikan kepada kita sangatlah banyak, bahkan tidak terhingga. Oleh sebab itu kita pun butuh dan wajib untuk selalu mewujudkan syukur dalam lisan, hati dan perbuatan sehari-hari.
Alhamdulillah, diantara nikmat besar yang diberikan kepada kami para peserta pelajaran baca kitab di Wisma al-Mubarok adalah bisa menyelesaikan pembacaan kitab Syarh Ushul Tsalatsah karya Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah. Tadi sore Kamis 21 Muharram 1447 H alhamdulillah telah selesai pembacaan kitab ini dengan diikuti oleh beberapa orang peserta yang semuanya sudah cukup berumur alias tidak muda lagi.
Pelajaran ini diadakan setiap Kamis sore setelah ashar sekitar jam 4 dan berakhir sekitar jam 5. Menurut penuturan Pak Riyanto hafizhahullah; salah seorang peserta, bahwa baca kitab ini dulu dimulai pada bulan Juli 2022 yaitu sekitar 3 tahun yang lalu. Kalau dilihat dalam kitab yang dibaca ada sekitar 300 halaman. Jadi kalau misal dibagi rata selama tiga tahun bisa disimpulkan kalau dalam setahun yang telah dibaca sekitar 100 halaman. Tentu ini jumlah yang sedikit karena waktu yang digunakan cukup lama. Sebab dalam sepekan hanya ada sekali pertemuan dan juga terkadang libur. Belum lagi kalau lagi musim Ramadhan dan Syawwal liburnya juga lumayan panjang.
Kitab Ushul Tsalatsah ini merupakan kitab dasar yang perlu untuk dikaji oleh para penimba ilmu dan masyarakat umum. Para ulama besar kita di masa kini yang telah wafat semacam Syaikh Bin Baz dan Syaikh al-Utsaimin pun memiliki kajian khusus untuk membacanya. Begitu pula para ulama besar di masa kini yang masih hidup telah mengkaji kitab ringkas ini bahkan juga sudah diterbitkan dalam bentuk buku; seperti Syarh Ushul Tsalatsah karya Syaikh Shalih al-Fauzan ini.
Adalah kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kami ketika di masa awal-awal kuliah dahulu -sekitar tahun 2000- sudah mulai dikenalkan dengan pengajian aqidah tauhid. Diantaranya dengan adanya kegiatan Daurah/kajian intensif Kitab Ushul Tsalatsah dan al-Wajibat yang pada saat itu diadakan oleh Lembaga Bimbingan Islam Al-Atsary bertempat di Masjid Siswa Graha -utara Fakultas Teknik UGM- dengan pemateri Ust. Abu Isa hafizhahullah.
Perjalanan untuk menimba ilmu tentu sarat dengan ujian dan tantangan. Bagi teman-teman yang tidak punya latar belakang pesantren maka mempelajari ilmu nahwu dan bahasa Arab ketika itu adalah kebutuhan yang sangat penting dikarenakan mereka sangat ingin bisa mengkaji kitab ulama. Oleh sebab itu kami jumpai para senior kami yang juga kuliah dan aktif belajar agama sangat bersemangat untuk belajar bahasa Arab. Diantara guru kami yang banyak kami ambil faidah dalam belajar bahasa Arab, nahwu dan ilmu syar’i adalah Ust. Firanda, Ust. Eko Haryono dan Ust. Fauzan Abdillah hafizhahumullah. Mereka saat itu juga ada yang masih kuliah dan ada yang sudah fokus belajar di pesantren. Mereka termasuk perintis kegiatan dakwah yang kini dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari.
Belajar bahasa Arab penuh dengan lika-liku dan suka-duka. Dahulu diantara guru yang banyak memberikan faidah ilmu bahasa Arab dan metode dalam mengajar kepada kami adalah Ust. Marwan hafizhahullah yang pernah mengajar daurah kitab Mulakhosh Qawa’id Lughoh ‘Arobiyyah di Masjid Siswa Graha juga pada waktu-waktu itu.
Kami juga banyak mengambil faidah kesabaran dan keteguhan dari Ust. Abu Sa’ad rahimahullah yang sekian lama mengajar kitab al-Jadid Syarh Kitab Tauhid di Masjid Siswa Graha, melanjutkan pelajaran Ust. Abu Isa yang ketika itu berangkat ke Yaman untuk belajar ilmu kepada para ulama. Di kala itu kitab yang kami punya juga hanya fotokopian yang bisa dibeli di Tokoh Ihya’ sebelah utara Fak. Kehutanan UGM; toko milik Ust. Afifi hafizhahullah.
Alhamdulillah Allah pun memberikan taufik kepada kami dan rekan-rekan mahasiswa untuk ikut belajar di program Ma’had al-‘Ilmi yang pertama kali dibuka pada tahun 2003. Diantara asatidz yang mengajar pada angkatan pertama ini adalah Ust. Abu Sa’ad, Ust. Kholid Syamhudi, Ust. Arif Syarifuddin, dll. hafizhahumullah. Dari sana lah kami mulai sedikit demi sedikit mengenal pembelajaran ilmu secara ta’shili/membangun dari dasar pondasi.
Singkat cerita, pada tahun 2013 beberapa tahun setelah bencana erupsi Merapi 2010 Allah berikan taufik kepada rekan-rekan mahasiswa UMY dkk untuk merintis program belajar seperti Ma’had al-‘Ilmi bernama Ma’had al-Mubarok yang bertempat di Masjid al-Mubarok di sebelah utara Kampus UMY. Pada saat itu program ini dikelola oleh Forum Studi Islam Mahasiswa (FORSIM) yang diketuai oleh Akh. Andi Muhammad Ihsan hafizhahullah (mahasiswa UMY) dan mudir Ma’had al-Mubarok pertama Akh Ardhi Wiratama hafizhahullah (mahasiswa UGM, santri Ma’had al-‘Ilmi kala itu) yang sekarang beliau sudah menyelesaikan S-3 di Amerika dan bekerja di sana.
Pada sekitar waktu itulah ada donatur yang membeli sebuah rumah untuk digunakan sebagai Wisma al-Mubarok yang sampai saat ini kami gunakan untuk pelajaran baca kitab. Semoga Allah berikan balasan terbaik untuk beliau, memberkahi harta dan umurnya serta keluarganya. Wisma al-Mubarok 1 ini yang kami gunakan berada di sebelah barat komplek Unires/Asrama Putri Mahasiswa UMY, di dusun Ngebel RT 7 Tamantirto Kasihan Bantul. Lokasinya di selatan SD Ngebel, di Jl. Puntadewa di samping rumah Bu Yuni, tepat di pinggir sawah.
Alhamdulillah teman-teman pengurus FORSIM juga diberi amanah untuk mengelola Wisma al-Mubarok 2 yang juga dimiliki oleh donatur; istri dari pemilik Wisma al-Mubarok 1. Wisma al-Mubarok 2 ini berada di Dusun Ngrame RT 1 Tegalsari – sebelah selatan Kampus UMY dan kini dibina sepenuhnya oleh Ust. Windri Atmoko hafizhahullah yang juga menjadi pengasuh Rumah Tahfizh Putri al-Mahabbah.
Di Wisma al-Mubarok inilah para mahasiswa UMY kala itu mulai merintis kegiatan belajar dan dakwah di sekitar kampus UMY. Ada Mas Ramadhiansyah yang dulu tinggal di Wisma al-Mubarok 1, ada juga Mas Cholid. Ada juga yang tinggal di Wisma 2 seperti Mas Annas, Mas Habib, Mas Firdaus, Mas Nasrullah, dkk. Selain itu rekan-rekan mahasiswa ini juga didampingi oleh para senior pendahulu dakwah di UMY seperti Ust. Erwin -sekarang telah kembali ke Dompu dan sebelumnya belajar di al-Furqon Gresik-, Mas Andes, Mas Eman, dkk.
Alhamdulillah kini kegiatan dakwah mulai merambah ke tengah masyarakat kampung yang ada di sekitar Masjid Jami’ al-Mubarok YAPADI yang berada di atas bukit perbatasan Bantul dan Sleman; kurang lebih 1,5 km barat daya Kampus UMY. Masjid ini dibangun di atas tanah wakaf kaum muslimin dan berdiri sejak tahun 2018 dan selesai pembangunan lantai atas pada tahun 2022 dengan support dari Pak Larno dan timnya hafizhahumullah.
Sejak beberapa waktu setelah Pandemi, Wisma al-Mubarok 1 kembali sepi dan belum ada lagi mahasiswa yang tinggal atau ngekos di sini. Oleh sebab itu kami mengajak kepada teman-teman mahasiswa yang cinta ilmu agama dan ingin mencari lingkungan yang kondusif untuk bergabung di Wisma ini. Alhamdulillah masih ada 4 kamar kosong yang bisa ditempati dengan biaya sewa yang sangat murah per bulannya; hanya 300 ribu.
Yuk, buat teman-teman yang berminat bisa hubungi kami ya, di nomer 0853 3634 3030 (wa). Insya Allah teman-teman bisa ikut pelajaran bahasa arab, baca kitab dan juga ikut serta mendukung kegiatan dakwah.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar