al-Mubarok

Ajaran Pertengahan

Bismillah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Barrak hafizhahullah memaparkan :

دين الإسلام توسط واعتدال، بين الغلو والتقصير. والغلو: مجاوزة الحد. والتقصير: هو نقص فيما يجب القيام به. فهذان مدخلان للشيطان على الإنسان، فالشيطان؛ إما أن يحمل الإنسان على الغلو في الدين؛ فيقع في التجاوز؛ فيبتدع في الدين ما لم يأذن به الله أو يحمله على التقصير بترك واجب، أو فعل محرم.

“Agama Islam adalah ajaran yang mengajarkan sikap pertengahan dan proporsional, berada diantara sikap ghuluw/esktrim atau berlebihan dan sikap meremehkan. Ghuluw adalah sikap atau tindakan yang melampaui batas. Taqshir/meremehkan adalah mengurangi apa yang wajib untuk ditunaikan.

Kedua hal ini merupakan pintu gerbang setan dalam merusak manusia. Setan bisa jadi menggiring manusia untuk bersikap ghuluw dalam beragama sehingga dia terjerumus dalam perilaku melampaui batas/aturan sehingga membuat-buat sesuatu di dalam agama ini yang tidak mendapatkan izin dari Allah (bid’ah) atau bisa jadi setan menggiring manusia untuk bersikap taqshir/meremehkan ketaatan dengan cara meninggalkan yang wajib atau melakukan yang haram.”

Kemudian, beliau melanjutkan :

والواجب الوقوف عند حدود الله، قال تعالى: تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا [البقرة:229] أي: بالتجاوز وهو الغلو.

وقال سبحانه: تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا [البقرة:187] وهي: المحرمات؛ فقربانها تقصير والغلو يجري في مسائل الدين كلها: الاعتقادية والعملية 

“Adapun yang wajib adalah berhenti mengikuti batasan dan aturan Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Itulah batasan-batasan Allah maka janganlah kalian melanggarnya.” (al-Baqarah : 229) maksudnya larangan berbuat melampaui batas yaitu ghuluw.

Allah juga berfirman (yang artinya), “Itulah batasan-batasan Allah maka janganlah kalian mendekatinya.” (al-Baqarah : 187) maksudnya jangan mendekati hal-hal yang diharamkan. Mendekati yang haram itu merupakan bentuk dari sikap taqshir/meremehkan ketaatan.

Adapun perbuatan ghuluw itu bisa menimpa dalam segala bidang urusan agama; baik dalam urusan aqidah/keyakinan maupun urusan amaliah/perbuatan.”

Sumber : https://sh-albarrak.com/article/19654

Apabila kita mencermati bimbingan para ulama, niscaya akan tampaklah bagi kita bahwa segala bentuk kesesatan dan penyimpangan itu bersumber dari dua hal di atas; yaitu sikap ghuluw/melampaui batas atau berlebih-lebihan, atau sikap taqshir/meremehkan dan menyepelekan ketaatan. Diantara sebab sikap ghuluw itu semakin berkembang -bahkan salah satu sebab utamanya- adalah fitnah syubhat/kerancuan pemahaman. Inilah tipe kesesatan yang menjangkiti orang-orang yang memiliki semangat beragama semacam sekte Khawarij di masa lalu maupun Teroris berkedok jihad di masa kini…

Diantara sebab sikap taqshir itu semakin merebak dan meledak adalah akibat gelombang fitnah syahwat/ajakan pada hal-hal yang memuaskan hawa nafsu dan hanyut dalam keharaman. Inilah jenis penyimpangan yang pada zaman ini digerakkan dan diusung oleh mereka yang meneriakkan kebebasan dan kesetaraan dengan membawa baju liberalisme Islam dan sekulerisme. Mereka yang tidak ridha dengan aturan Islam dan terkagum-kagum dengan peradaban barat.

Hari ini kita telah menjumpai masa itu; masa dimana berpegang teguh dengan Sunnah dan syari’at Islam dianggap sebagai musuh bangsa dan kemajuan umat. Hari dimana aqidah Islam dituduh sebagai sebab pemicu konflik dan perpecah-belahan masyarakat. Padahal Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memberikan nasihat dan menghendaki kebaikan bagi masyarakat dan bangsanya.

Islam mengajarkan norma ketaatan kepada ulil amri dalam perkara yang ma’ruf. Islam menjaga kewibawaan dan kehormatan penguasa serta menjunjung-tinggi keadilan bagi segenap manusia tanpa membedakan agama dan ras atau suku bangsa. Inilah perkara yang banyak tidak dipahami oleh manusia; sehingga mereka mengira bahwa Islam mengajarkan radikalisme dan menebarkan kebencian.

Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk menjadi muslim yang hakiki; yang tidak terjerumus dalam sikap ghuluw maupun sikap taqshir. Wallahul muwaffiq.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)

    Kalender

    Agustus 2022
    S S R K J S M
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

      Jalan Menuju Surga

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka dengan sebab hal itu Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

      Tentang Kami

      Alamat sekretariat : Wisma al-Mubarok 1, Ngebel RT 07, barat Unires Putri UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Telp/wa : 0853 3634 3030.

      Alamat e-mail : yapadijogja@gmail.com

      Mau E-Book?

      wallup.net