Agar Semangat Beramal Tetap Tinggi

Saat Ramadhan Mulai Berkemas, Bagaimana Anda (Bagian 7)

Penulis : Ustaz Afifi Abdul Wadud, B.A. hafizhahullah

7. AGAR SEMANGAT BERAMAL TETAP TINGGI

Adapun beberapa faktor agar selera/himmah dan semangat beramal menjadi tinggi diantaranya:

  • Menjadikan akhirat satu-satunya tujuannya  .
  • Selalu mengingat kematian dan memperpendek angan-angan.
  • Ilmu dan bashiroh
  • Tarbiyah atau pendidikan yang shahih,
  • Keteladanan.
  • Mujahadah (kerja keras),
  • Doa yang tulus kepada Allah agar menguatkan himmah kita, sebab hati manusia seluruhnya berada dalam kuasa Allah.
  • Hijrah (berpindah) ke tempat yang kondusif,
  • Banyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki himmah yang tinggi,
  • Membaca sirah nabi dan membaca kisah-kisah ulama salaf,
  • Menyadari kekurangan dan bersungguh-sungguh untuk meningkatkannya,
  • Bertekad untuk meraih puncak dan selalu punya rasa ingin tahu,
  • Membuat skala prioritas dan visi (tujuan), kemudian mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan.
  • Berusaha menghindari pola hidup mewah dan berlebihan.
  • Melihat kepada yang lebih tinggi dalam hal akhirat dan melihat kepada yang lebih rendah dalam hal dunia.
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab, bahwa seluruh orang memiliki tanggung jawab dalam segala hal.
  • Bersaing dalam semangat dan kebaikan.
  • Memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,
  • Memanfaatkan waktu sebaik mungkin,
  • Tawakkal kepada Allah,

 

8. JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL

SIAPA YANG MENJAMIN TENTANG UMUR ANDA?

Setiap kita tidak tahu berapa lama lagi jatah umur kita dan kapan kematian akan menjemput kita,maka jangan pernah menunda amalan karena belum tentu waktu yang akan datang masih kita miliki.

  • JIKA ANDA TERLAMBAT …RATAPAN TAK BERMANFAAT 

Semua keterlambatan hanya menimbulkan penyesalan,dan tidak ada penyesalan yang lebih besar melebihi terlambatnya mereka yang kedahuluan ajal dan belum sempat beramal atau bertaubat.Renungkan ayat-ayat berikut,bagaimana Allah memperingatkan kita hari yang penuh penyesalan.

 

9.BAGAIMANA ANDA SETELAH RAMADHAN

BILA RAMADHAN TELAH BERLALU, JADILAH HAMBA ALLAH JANGAN MENJADI HAMBA RAMADHAN…

Memang,Sungguh ramadhan pasti berlalu,pasti berlalu bulan penuh berkah,bulan semarak ibadah,akan tetapi bukan berarti telah selesai pula segala amal ibadah ,karena kita menyembah Allah bukan hanya di bulan Ramadlan saja,tetapi menyembah Allah sepanjang masa,barangsiapa menyembah ramadlan maka ramadlan pasti berlalu akan tetapi barangsiapa menyembah Allah ta’ala,Allah dzat yg hidup yang tidak mati sepanjang waktu.

 

PEMANDANGAN ANEH LAGI MENGENASKAN, INILAH SEJELEK-JELEK KAUM

Kaum muslimin …

Selama ramadhan, sungguh  kita diperlihatkan  pemandangan  yang menyejukkan lagi mengagumkan  ,masjid penuh sesak kaum muslimin yang datang berbondong-bondong untuk sujud kepada Rab-nya, al-qur’an menjadi bacaan intensif bahkan umat berlomba untuk mengkhatamkannya, harta begitu mudah disedekahkan, maksiyat begitu gampang ditinggalkan,…luar biasa, akan tetapi  …sungguh sangat menyedihkan begitu keluar dari ramadhan..

JANGAN TUNGGU BERHARI-HARI SETELAH BERLALUNYA RAMADHAN,

BAHKAN SEJAK TERBITNYA FAJAR SYAWAL. SUNGGUH:

  • Masjid telah kembali sepi
  • Mushaf al-qur’an tidak lagi dibuka apalagi berlomba dengan target khatam sekian kali
  • Maksyat kembali menggeliat seakan Rob yang disembah di bulan ramadhan telah mati
  • Ceramah-ceramah agama tinggal nunggu datangnya peringatan hari besar agama versi sebagian kaum muslimin yang boleh jadi hanya setahun sekali, itupun lebih bersifat hiburan sehingga amat jauh dari tujuan syar’i.

Inna lillahi wa innailaihi raji’un,..Ada apa ini koq bisa begini?

Seorang salaf ditanya tentang mereka yang saat ramadhan sangat menjaga perkara-perkara wajib akan tetapi begitu selesai ramadhan mereka menyia-nyiakan amalanya,maka jawabnya: 

Sejelek-jelek kaum mereka yang hanya mengenal Allah dibulan ramadhan saja

Padahal Rob kita menginginkan amal bisa berlangsung berkelajutan tanpa terputus sepanjang kehidupan kita,..karena kita menyembah samapi mati

  • BILA RAMADHAN TELAH BERLALU…SYAITHON MULAI MENGGELIAT MEMASANG JERAT..WASPADALAH,SUNGGUH KEHIDUPAN KITA PENUH DENGAN FITNAH YANG MENGANCAM

Nabi telah menggambarkan fitnah dengan berbagai ungkapan;

  • -Seperti potongan malam yang gulita
  • -bagai gelombang lautan
  • -fitnah yang semakin membesar datang silih berganti
  • -bagai rintikan hujan yang turun merata

MACAM-MACAM FITNAH

1. FITNAH SYUBHAT   

2. FITNAH SYAHWAT

DI TENGAH BANYAKNYA FITNAH IMAN BUTUH PENGUKUH

Kaum muslimin ..

Sesungguhnya iman kita membutuhkan pengukuh hingga kita bertemu Allah,terlebih dizaman penuh fitnah,dan Ramadhan telah memberikan pendidikan yang sangat berarti untuk kukuhnya iman kita dengan amal-amal besar pilar pengukuh iman,diantaranya:

  • SHOLAT ,
  • AL-QUR’AN,
  • BERBUAT BAIK KEPADA MANUSIA
  • SHOLAT MALAM,
  • TAUBAT,
  • MURAQABAH,
  • TETAPLAH BERAMAL JANGAN PUDAR

Seandainya kita telah merasakan nikmatnya beramal di bulan ramadhan, dengan kelapangan hati dan penuh kegembiraan maka tetaplah jangan sampai pudar,karena sesungguhnya Allah tidaklah bosan membalas amal hingga orang tersebut bosan melakukannya

  يا أيها الناس عليكم من الأعمال ما تطيقون فإن الله لا يمل حتى تملوا، وإن أحب الأعمال إلى الله ما دووم عليه وإن قل

“Wahai manusia,tetaplah melakukan amal yg kalian mampu karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan membalas hingga dia bosan beramal,dan sesenggugnya amal yg paling Allah cintai adalah yg dilakukan dengan rutin walaupun sedikit”.. (HR.Bukhori –Muslim)

 ((كان رسول الله  إذا عمل عملاً أثبته))

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam apabila melakukan amalan beliau jaga kelangsunganya” (HR.Muslim)

Dengan demkian kita akan selalu dalam keadaan istiqomah, dan itulah yang menjadi tujuan amal.

 

MINTA TOLONGLAH KEPADA ALLAH JANGAN LEMAH

Kaum muslimin   rahimakumullah,..

Barangsiapa ditolong Allah dia akan mudah dan barangsiapa di tinglkan Allah dia akan terhina,tiada daya dan kekuatan kecuali milik Allah,dan kita tidak akan mampu mewujudkan sebuah amalan kecuali dengan pertolongan Allah, simaklah wasiat Rasul kepada Mu’adz bin Jabal

       يا معاذ والله إني لأحبك، فقال: أوصيك يا معاذ، لا تدعن في كل صلاة – وفي رواية- دبر كل صلاة أن تقول: اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Ya M u’adz,demi Allah aku mencintai-mu,aku wasiyatkan kepadamu.jangan engkau tinggalkan dalam setiap sholatmu,dalam riwayat lain pada setiap akhir sholat,hendaknya engkau ucapkan do’a: Y a Allah tolonglah aku untuk selalu bisa berdzikir ,mengingat-Mu,mensyukuri niukmat-Mu dan memperbaiki kwalitas ibadahku kepada-Mu” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 

Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha kita sendainya terlihat kesungguhan kita.

  • BILA RAMADHAN TELAH BERLALU…WASPADAI ANCAMAN FUTUR/KELELESUAN BERAMAL DAN PENYEBABNYA

Dari sisi bahasa, futur berasal dari kata fatara –  yafturu – futurun, yang mempunyai dua makna :

  • Terputus setelah  tersambung, atau terdiam setelah bergerak terus.
  • Malas, kendur atau lamban setelah rajin bekerja.

MENGAPA BISA FUTUR

  1. Menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga .
  2. Semangat melemah yang muncul dalam fenomena:
    1. Bermalas-malasan dalam melaksanakan ibadah dan ketaatan;
    2. Merasakan kekerasan dan kekasaran hati.
    3. Merasa tidak bertanggung jawab terhadap beban yang ada di pundaknya.
    4. Perhatian yang besar terhadap dunia,
    5. Banyak ngomong pada hal-hal yang tidak bermanfaat.
    6. Meremehkan dosa-dosa kecil,
    7. Gemar menunda-nunda pekerjaan.
  1. “Wahn”, fenomena cinta dunia
  2. Lemah dan malas..
  3. Menunda-nunda dan berandai-andai
  4. Bergaul dengan orang yang rendah semangat..
  5. Terlalu disibukan dengan urusan keluarga, hingga melemahkan segala aktifitas agamanya.

Di antara obat penyakit futur adalah.

  • 1). Memperbaharui keimanan.
  • 3). Ikhlas dan takwa.
  • 4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
  • 5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
  • 6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
  • 7). Mencari teman yang baik (shalih).
  • 8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
  • 9). Sabar dan belajar untuk sabar.
  • 10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah.

Bersambung insya Allah…

# Sumber : Seorang penimba ilmu hafizhahullah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.