Bismillah.
Tidak terasa, hari-hari penuh berkah dan pahala di bulan Ramadhan telah pergi meninggalkan kita. Demikian lah hakikat kehidupan dunia; kumpulan perjalanan hari demi hari. Setiap hari berlalu maka lenyap pula sebagian dari episode hidup kita…
Saudaraku yang dirahmati Allah, kita memahami bahwa keutamaan bulan Ramadhan beserta segala bentuk ibadah yang menyertainya adalah kesempatan emas untuk meraih pahala dan ampunan Allah. Ibadah puasa yang Allah wajibkan kepada kita sebulan penuh adalah syariat agung yang ditetapkan untuk mencetak pribadi mukmin yang bertakwa.
Oleh sebab itu nilai-nilai takwa itu yang harus tetap kita jaga setelah perginya Ramadhan dari atmosfer kehidupan kita. Jangan kita seperti yang digambarkan oleh para ulama terdahulu bahwa termasuk sejelek-jelek hamba adalah yang mengenal Allah hanya pada bulan Ramadhan. Tuhan yang kita sembah di bulan Syawwal sama dengan Tuhan yang kita ibadahi di bulan Ramadhan…
Para ulama terdahulu sebelum Ramadhan berdoa kepada Allah agar bisa dipertemukan dengannya, dan setelah Ramadhan mereka berdoa agar Allah menerima amal-amal mereka. Hal ini menunjukkan bahwa amalan yang mulia adalah yang selalu disertai dengan rasa takut dan harapan kepada Allah.
Dengan taufik dari Allah, ketakmiran Masjid Jami’ al-Mubarok YAPADI telah melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah dan dakwah di bulan Ramadhan hingga datangnya hari raya. Sholat subuh berjamaah, daurah tahsin, piket kebersihan, TPA untuk anak-anak, BBQ, pengajian jelang buka puasa, kultum tarawih, sholat tarawih bersama, i’tikaf di 10 hari terakhir, qiyamul lail 10 malam terakhir, penyaluran zakat, kajian kitab ba’da tarawih di 10 hari terakhir Ramadhan, dan pelaksanaan sholat iedul fitri.
Semua kebaikan ini adalah anugerah dari Allah kepada kita dan menjadi sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Alhamdulillah pada akhir Ramadhan, terdapat nasihat-nasihat berharga dari Ustadz Purwoko hafizhahullah untuk melanjutkan kebaikan setelah Ramadhan pergi meninggalkan kita. Yuk, kita simak nasihat beliau dari video berikut [buka]
Pada malam hari raya di Masjid Jami’ al-Mubarok ba’da sholat isyak juga disampaikan nasihat-nasihat oleh Ustadz Dwi Yunianto hafizhahullah bagi segenap jamaah untuk memanfaatkan momen berharga Ramadhan dan waktu-waktu setelahnya guna meraih ampunan dari Allah. Jangan sampai kita termasuk orang yang celaka karena tidak memperoleh ampunan Allah setelah Ramadhan pergi. Silakan menyimak rekaman kajian beliau dari video berikut ini [buka]
Kami mewakili segenap panitia Ramadhan dan Ketakmiran Masjid Jami’ al-Mubarok mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan warga masyarakat serta segenap pihak yang telah membantu kegiatan dakwah di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya di MJM. Semoga Allah berikan balasan terbaik untuk mereka semuanya. Berikut ini link video dokumentasi kegiatan Ramadhan di MJM dan hari raya Iedul Fithri 1447 H [buka]. Video diproduksi oleh Mas Desca hafizhahullah.
Alhamdulillah pada bulan Ramadhan ini telah dikaji sebuah kitab ringkas karya Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah dengan tema ‘Butuhnya Umat terhadap Manhaj Salaf’ bersama Ust. Fathoni hafizhahullah. Kajian diadakan setelah tarawih di 10 hari terakhir Ramadhan dan terbuka untuk umum. Silakan menyimak faidah dari kajian beliau dari video berikut [buka].
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga dakwah yang telah banyak membantu kegiatan Ramadhan di MJM antara lain; Yayasan Peduli Muslim, Yayasan Amal Abadi Indonesia (Tim ANB), Tim Shahih Fiqih, Yayasan Cinta Sedekah, Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari dan Radio Muslim Jogja. Alhamdulillah pada bulan Ramadhan ini antusiasme jamaah untuk mengikuti kegiatan meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita hamba yang tunduk bertakwa kepada-Nya dalam sisa-sisa umur kita. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad dan para sahabatnya serta segenap pengikut setia mereka. Dan segala puji adalah untuk Allah Rabb penguasa seluruh alam.
Ditulis di Yogyakarta, 4 Syawwal 1447 H di Wisma al-Mubarok 1 Ngebel Kasihan Bantul
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar