Mahalnya Kesadaran

Sering kita dengar bahwa negara tertentu memiliki kesadaran yang sangat tinggi dalam menjaga kebersihan sampai-sampai orang yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda. Begitu pula di sebagian negara kesadaran rakyat sangat tinggi dalam memperhatikan masalah tauhid, sampai-sampai setiap jenjang pendidikannya selalu diajarkan tentang tauhid.

(lebih…)

Menyatukan, Bukan Memecah Belah…

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Allah berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah…” (Ali ‘Imran : 103)

Para ulama memiliki pendapat yang saling melengkapi dalam memahami maksud ayat tersebut. Diantaranya, Ibnu ‘Abbas menafsirkan ‘Berpegang-teguhlah dengan agama Allah’. Ibnu Mas’ud mengatakan ‘Yang dimaksud tali Allah adalah al-jama’ah/persatuan kaum muslimin’. Mujahid dan ‘Atha’ mengatakan ‘Yang dimaksud adalah perjanjian dengan Allah’. Qatadah dan as-Suddi menafsirkan, ‘Maksudnya adalah al-Qur’an’. Muqatil bin Hayan mengatakan, ‘Yang dimaksud adalah perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya’ (lihat Tafsir al-Baghawi, hal. 229)

(lebih…)

Mengapa Harus Belajar Aqidah?

Ilmu aqidah disebut juga dengan istilah iman. Seperti di dalam hadits Jibril yang sangat terkenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa iman terdiri dari iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan iman kepada takdir. Keenam hal inilah yang dikenal dengan istilah rukun iman atau pokok-pokok aqidah. Iman merupakan sebab utama untuk meraih kebahagiaan dan keberuntungan.

(lebih…)

Pentingnya Aqidah Islam

Bismillah.

Kedudukan aqidah bagi ilmu-ilmu dan amal-amal adalah seperti kedudukan pondasi dalam sebuah bangunan, seperti akar bagi pohon. Sebagaimana halnya bangunan tidak bisa berdiri tanpa pondasi dan pohon tidak bisa tegak tanpa akarnya maka demikian pula ilmu dan amal seorang tidak akan bermanfaat kecuali apabila didasari dengan keyakinan yang benar (lihat keterangan Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah dalam Tadzkiratul Mu’tasi, hal. 8)

(lebih…)