Mengganti ‘Sami’allahu li Man Hamidah’ Dengan Takbir

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Suatu saat, Syaikh ditanya :

صلى بنا أمام قائلاً (الله أكبر) في الرفع من الركوع بدلا من قول: (سمع الله لمن حمده) ولم يسجد للسهو جهلاً منه، فما حكم صلاته؟

Suatu ketika ada seorang imam yang mengimami kami dan dia membaca ‘Allahu akbar’ ketika bangkit dari ruku’ sebagai ganti dari bacaan ‘sami’allahu liman hamidah’, lalu dia tidak mengerjakan sujud sahwi karena tidak paham, apakah hukum sholat orang itu?

(lebih…)

Tidak Boleh Meremehkan Ilmu Tauhid

1274784666soude

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Sebagian orang menyepelekan ilmu tauhid dengan alasan bahwa semua orang sudah mengetahuinya. Syaikh Shalih al-Fauzan menegaskan, bahwa tidak boleh seorang muslim meremehkan ilmu tauhid dan dakwah tauhid.

Karena dakwah tauhid ini adalah dakwah segenap nabi dan rasul. Semua rasul ‘alaihimus salam menyerukan dan mengutamakan dakwah tauhid. Sebab, bagaimana mungkin seorang bisa menjadi muslim tanpa memahami tauhid?

(lebih…)

Hukum Demonstrasi

explosion

oleh : Syaikh Abdul Aziz alusy Syaikh hafizhahullah -Mufti Arab Saudi-

Suatu saat Syaikh ditanya :

انتشر عن بعض الدعاة قوله بجواز المظاهرات السلمية ويزعم أنها تعبير عن رأي صاحبها أو وسيلة من وسائل التغيير في هذا الزمن؟

Telah tersebar dari sebagian da’i pendapat yang mengatakan bahwa bolehnya melakukan demonstrasi damai, dengan alasan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk ekspresi pendapat pelakunya atau menjadi sarana untuk melakukan perubahan di masa kini?

(lebih…)

Allah Pemberi Cahaya Langit dan Bumi

cahaya

oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Suatu ketika, Syaikh ditanya :

هل صحيح تفسير معنى قوله تعالى: (اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ) أي: منور السموات والأرض؟

Apakah benar penafsiran firman Allah ta’ala (yang artinya), “Allah adalah cahaya langit dan bumi.” Dengan makna ‘Allah adalah pemberi cahaya/yang menyinari langit dan bumi’?

(lebih…)

Berwudhu Sebelum Kembali Tidur

5yjz28tt07ts2lz7f5

oleh : Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah

Syaikh pernah ditanya :

إذا نمت على طهارة ثم استيقظت لقضاء الحاجة ثم رجعت إلى النوم هل أتطهر مرة أخرى أم لا؟

Apabila saya telah tidur dalam keadaan sudah bersuci/berwudhu sebelum tidur, kemudian saya bangun untuk menunaikan hajat/ke kamar kecil, kemudian saya kembali ingin tidur, apakah saya harus bersuci lagi untuk kedua kalinya?

(lebih…)

Kelezatan Yang Muncul Dalam Hati

82

oleh : Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah hafizhahullah

Syaikh berkata :

قال ابن القيم –رحمه الله-: ((وَسَمِعْتُ شَيْخَ الْإِسْلَامِ ابْنَ تَيْمِيَّةَ –رحمه الله- يَقُولُ: إِذَا لَمْ تَجِدْ لِلْعَمَلِ حَلَاوَةً فِي قَلْبِكَ وَانْشـِرَاحًا، فَاتَّهِمهُ، فَإِنَّ الرَّبَّ تَعَالَى شَكُورٌ. يَعْنِي: أَنَّهُ لَا بُدَّ أَنْ يُثِيبَ الْعَامِلَ عَلَى عَمَلِهِ فِي الدُّنْيَا مِنْ حَلَاوَةٍ يَجِدُهَا فِي قَلْبِهِ، وَقُوَّةِ انْشِرَاحٍ وَقُرَّةِ عَيْنٍ. فَحَيْثُ لَمْ يَجِدْ ذَلِكَ فَعَمَلُهُ مَدْخُولٌ

والقصد: أنّ السرورَ بالله وقُرْبَه، وقُرّةَ العين به، تَبعثُ على الازدياد من طاعته، وتحثُّ على الجدّ في السير إليه)).مدارج السالكين 2/68

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

(lebih…)