Nasihat Fudhail bin ‘Iyadh
Bismillah.
Dalam sebuah twit-nya, Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi hafizhahullah -salah seorang dosen Universitas Islam Madinah Saudi Arabia- mengutip perkataan Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah :
Bismillah.
Dalam sebuah twit-nya, Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi hafizhahullah -salah seorang dosen Universitas Islam Madinah Saudi Arabia- mengutip perkataan Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Seorang tabi’in bernama Yazid al-Faqir (al-faqir artinya ‘si bungkuk’) menuturkan:
Dahulu aku sempat terseret dalam salah satu pendapat sekte Khawarij -yaitu berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka, dan orang yang sudah masuk neraka tidak bisa lagi keluar darinya, pent-.
Suatu ketika, kami bersama serombongan orang berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian, kami keluar di hadapan orang-orang -untuk menyerukan pemikiran Khawarij dan menghasut manusia untuk mengikutinya, pent-.
Segala puji bagi Allah atas taufik dan pertolongan-Nya. Syukur sepantasnya kita tujukan kepada-Nya, syukur yang tiada henti dan tiada habisnya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, kekasih dan da’i yang menyeru kepada jalan-Nya dan surga, di atas landasan bashirah dan ilmu yang nyata. Amma ba’du.