Ushul Tsalatsah (Bagian 12)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Ushul Tsalatsah -tiga landasan utama- karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Ushul Tsalatsah -tiga landasan utama- karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah maka dia masuk neraka.” Dan aku -Ibnu Mas’ud- berkata, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam bagi hamba dan utusan-Nya nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka.
Segala puji bagi Allah rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad, segenap para sahabatnya dan pengikut mereka yang setia. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, da’i yang menyeru kepada jalan Allah, lentera yang menerangi perjalanan, dan pemandu di atas jalan yang lurus.
Amma ba’du.
Kalimat Iyyaka na’budu bermakna ‘kami tidak menyembah kepada siapa pun selain Engkau’ sehingga ibadah itu semuanya hanya boleh dipersembahkan kepada Allah semata, demikian pula isti’anah/memohon pertolongan hanya kepada Allah jua (lihat Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 41)
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, setiap kita tentu ingin merasakan ketentraman dan ketenangan. Tidak ada orang berakal sehat yang menyukai kekacauan, keributan, dan kerusuhan bertebaran. Hal ini sudah menjadi fitrah pada diri seorang insan. Oleh sebab itu agama datang untuk membimbing manusia dalam rangka mencapai apa yang mereka dambakan itu.
Ikhlas adalah suatu hal yang tidak boleh disepelekan. Sebab tanpa keikhlasan amal ibadah tidak ada harganya di sisi Allah. Menundukkan hawa nafsu guna meraih keikhlasan adalah sebuah perjuangan besar yang perlu diperhatikan. Para pendahulu yang salih pun menilai bahwa perjuangan mencapai keikhlasan sebagai perjuangan yang amat berat dan sarat akan pengorbanan.
Bahagia. Setiap insan tentu mendambakannya. Tidak ada orang yang ingin hidup sengsara dan larut dalam kesedihan serta kegalauan yang tak berkesudahan. Namun, bahagia itu sendiri telah menjadi perkara yang samar bagi banyak manusia.