Millah Ibrahim ‘Alaihis Salam
Allah berfirman (yang artinya), “Bukanlah Ibrahim itu seorang Yahudi atau Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif lagi muslim.” (Ali ‘Imran : 67)
Allah berfirman (yang artinya), “Bukanlah Ibrahim itu seorang Yahudi atau Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif lagi muslim.” (Ali ‘Imran : 67)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Para ulama menjelaskan bahwa kebahagiaan adalah di tangan Allah, dan hal itu tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada Allah. Ketaatan kepada Allah itu tersimpulkan dalam tiga keadaan; ketika diberi nikmat bersyukur, ketika ditimpa musibah bersabar, dan ketika terjerumus dalam dosa maka beristighfar. Inilah tiga tanda kebahagiaan hamba, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam mukadimah al-Wabil ash-Shayyib.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Ushul Tsalatsah -tiga landasan utama- karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah maka dia masuk neraka.” Dan aku -Ibnu Mas’ud- berkata, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam bagi hamba dan utusan-Nya nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka.
Segala puji bagi Allah rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad, segenap para sahabatnya dan pengikut mereka yang setia. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, da’i yang menyeru kepada jalan Allah, lentera yang menerangi perjalanan, dan pemandu di atas jalan yang lurus.
Amma ba’du.
Kalimat Iyyaka na’budu bermakna ‘kami tidak menyembah kepada siapa pun selain Engkau’ sehingga ibadah itu semuanya hanya boleh dipersembahkan kepada Allah semata, demikian pula isti’anah/memohon pertolongan hanya kepada Allah jua (lihat Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 41)
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.