Menjaga Tauhid – Syaikh Shalih al-Fauzan
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah video rekaman seri bedah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bersama Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah video rekaman seri bedah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bersama Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah.
Bismillah.
Nuh ‘alaihis salam -rasul yang pertama- berdakwah tauhid kepada kaumnya. Beliau berkata kepada kaumnya (yang artinya), “Wahai kaumku, sembahlah Allah [saja]. Tidak ada bagi kalian sesembahan -yang benar- selain-Nya.” (al-A’raaf : 59)
Bismillah.
Allah berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam menetapi kesabaran.” (al-‘Ashr : 1-3)
Bismillah.
Tidaklah diragukan, bahwa nikmatnya hidup adalah dengan menundukkan diri dalam pengabdian kepada Allah. Mengabdi kepada Allah artinya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tunduk kepada-Nya dengan mengikuti ajaran rasul-Nya. Tidak mempertuhankan hawa nafsu dan perasaan, atau logika dan tradisi lingkungannya.
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan kepada segenap pembaca sebuah e-book kumpulan artikel Islam yang berisi nasihat dan faidah-faidah. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
Segala puji bagi Allah yang menciptakan kegelapan dan cahaya. Segala puji bagi Allah yang mencurahkan hidayah dan taufik-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Segala puji bagi Allah yang telah membagikan amal sebagaimana membagikan rezeki.
Allah berfirman (yang artinya), “Tidak akan kamu temui orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir justru mencintai dan berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, walaupun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau sanak famili mereka…” (al-Mujadilah : 22)
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini sebuah rekaman kajian tafsir al-Qur’an yang disampaikan oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah yang membahas tafsir surat an-Najm mulai dari ayat 19 dst.
Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.
Tidak henti-hentinya semestinya kita bersyukur kepada Allah. Sebab setiap detik waktu yang kita lalui adalah berkat nikmat dan karunia-Nya. Setiap tetes air yang kita minum, setiap hembusan nafas yang kita lakukan, dan setiap detak jantung yang kita rasakan.
Materi :
– Isti’anah dan Tawakal kepada Allah
– Pengertian dan Keutamaan Tawakal
– Larangan Bertawakal kepada Makhluk
Isti’anah kepada Allah
Isti’anah (meminta pertolongan kepada Allah) adalah bagian dari ibadah. Meskipun demikian di dalam al-Fatihah ia disebutkan secara khusus setelah ibadah. Allah berfirman (yang artinya), “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan/beristi’anah.” Hal ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan hamba untuk memohon pertolongan Allah dalam menjalankan semua ibadah. Karena sesungguhnya apabila Allah tidak menolongnya niscaya dia tidak akan bisa meraih apa yang dia kehendaki; apakah dalam hal melaksanakan perintah atau pun menjauhi larangan (lihat keterangan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah dalam Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39)