Sifat dan Keutamaan Kaum Beriman

01336154015

Keterangan Gambar : “Tidaklah seorang hamba diberikan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras.” (Malik bin Dinar rahimahullah, az-Zuhd karya Imam Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan bisa merasakan manisnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim dari al-‘Abbas bin Abdul Muthallib radhiyallahu’anhu)

(lebih…)

Beberapa Catatan Atas Pemikiran Ahmad Wahib

Indonesia-Damai-Tanpa-JIL

Ahmad Wahib, adalah salah seorang tokoh masa lalu yang menjadi penyebar pemikiran Islam Liberal di Indonesia. Tulisan-tulisannya menjadi ilham bagi sebagian pemuda yang terseret oleh arus kebebasan berpikir tanpa batas yang menjadikan Islam tak ubahnya sebagai medan perdebatan dan penuh keragu-raguan.

> Diantara perkataannya, “sesungguhnya orang yang mengaku ber-Tuhan tapi menolak berpikir bebas berarti menghina rasionalitas eksistensi adanya Tuhan.” Atau “Orang yang tidak mau berpikir bebas itu telah menyia-nyiakan hadiah Allah yang begitu berharga yaitu otak.” (lihat Pembaharuan Tanpa Apologia, hal. 9-10)

(lebih…)

Beranggapan Sial

angka

Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah pernah ditanya :

هل يجوز للإنسان أن يتشاءم في عدد أو يوم أو شهر ونحو ذلك؟

“Bolehkah seorang insan memiliki anggapan sial berdasarkan bilangan/angka tertentu, hari, bulan, atau semacamnya?”

(lebih…)

Solusi Jitu Bagi Masalah Bangsa dan Umat Manusia

bumi

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

(lebih…)

Konsekuensi Kalimat Tauhid

jendela

Ada yang berkata kepada al-Hasan, “Sebagian orang mengatakan: Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah maka dia pasti masuk surga.”? Maka al-Hasan menjawab, “Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah kemudian dia menunaikan konsekuensi dan kewajiban darinya maka dia pasti masuk surga.” (lihat Kitab at-Tauhid; Risalah Kalimat al-Ikhlas wa Tahqiq Ma’naha oleh Imam Ibnu Rajab rahimahullah, hal. 40)

(lebih…)

Dakwah Rasul Mengajak Kepada Tauhid dan Keimanan

way

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang manusia yang diberikan Allah kepadanya al-Kitab, hukum dan kenabian lantas berkata kepada manusia: Jadilah kalian sebagai pemuja diriku sebagai tandingan untuk Allah. Akan tetapi jadilah kalian rabbani dengan sebab apa yang kalian ajarkan berupa al-Kitab dan apa yang kalian pelajari. Dan tidaklah dia memerintahkan kalian untuk menjadikan malaikat dan nabi-nabi sebagai sesembahan. Apakah dia hendak memerintahkan kalian kafir setelah kalian memeluk Islam?” (QS. Ali ‘Imran: 79-80)

(lebih…)