Sombong Yang Paling Buruk
Penerjemah : Ustadz dr. Adika Mianoki hafizhahullah
Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata :
Penerjemah : Ustadz dr. Adika Mianoki hafizhahullah
Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata :
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz Aris Munandar, M.PI hafizhahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan salah satu pdf kitab karya Imam Ibnu ‘Asakir rahimahullah (wafat 571 H).
al-Hasan berkata, “Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ itu adalah ketika kamu keluar dari rumahmu, maka tidaklah kamu bertemu seorang muslim melainkan kamu melihat dirinya memiliki suatu kelebihan di atas dirimu.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, 5/119)
Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada penghulu para nabi dan rasul, segenap sahabatnya, dan pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Disebutkan dalam salah satu hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa-apa yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik dan syahwat yang samar/tersembunyi.” (Ash-Shahihah : 508)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ketahuilah, bahwasanya keikhlasan seringkali terserang oleh penyakit ujub. Barangsiapa yang ujub dengan amalnya maka amalnya terhapus. Begitu pula orang yang menyombongkan diri dengan amalnya maka amalnya menjadi terhapus.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 584)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :
والعبادة هي التذلل لله عز وجل ، محبة ، وتعظيماً بفعل أوامره ، واجتناب نواهيه ، على الوجه الذي جاءت به شرائعه ، قال الله تعالى (وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ )(البينة: 5) فهذه هي الحكمة من خلق الجن والإنس ، وعلى هذا فمن تمرد على ربه ، واستكبر عن عبادته ، فإنه يكون نابذاً لهذه الحكمة التي خلق العباد من أجلها ، وفعله يشهد بأن الله سبحانه وتعالى خلق الخلق عبثاً وسدى ، وهو وإن لم يصرح بذلك ، لكن هذا مقتضى تمرده واستكباره عن طاعة ربه
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
Diantara ciri kebahagiaan dan keberuntungan ialah apabila seorang hamba semakin bertambah ilmunya semakin bertambah pula tawadhu’ dan sifat kasih sayangnya. Semakin bertambah amalnya semakin meningkat pula rasa takut dan kehati-hatian dirinya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
Apabila Allah berkehendak kebaikan kepada hamba-Nya [yang berbuat dosa] maka Allah bukakan baginya sebuah pintu diantara pintu-pintu taubat, penyesalan, perasaan tidak berdaya, rendah, butuh, memohon keselamatan kepada-Nya, benar-benar memulangkan urusan kepada-Nya, terus-menerus merendah, berdoa, mendekatkan diri kepada-Nya sebisa mungkin dengan berbagai bentuk amal kebaikan; yang itu semuanya pada akhirnya akan bisa mengubah dosa yang telah dia perbuat menjadi sebab datangnya rahmat baginya. Sampai-sampai si musuh Allah [yaitu setan] berkata, “Aduhai, andaikata aku biarkan dia [tidak menggodanya] dan tidak menjerumuskannya,”