Nikmat Paling Besar

Bismillah. Diantara nikmat paling besar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah diberi taufik untuk memiliki niat yang baik dan pemahaman yang benar. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : صحة الفهم وحسن القصد من أعظم نِعم اللَّه التي أنعم بها على عبده، بل ما أُعطيَ عبدٌ عطاءً بعد الإسلام أفضل Read more

Ibnu Rawandi dan Berbolak-Baliknya Hati

1012379_604166272957010_773904533_n

oleh : Ustadz Abu Hatim Abdul Mughni as-Sundawi hafizhahullah

Para Ulama mengatakan; pada awalnya Abul Hasan Ahmad Ibnu Yahya Ibnu Ishaq ar-Rawandi adalah lelaki yang shalih, manhajnya lurus, dan ilmunya luas.

Tidak terfikirkan olehnya jika suatu saat dia akan menjadi seorang yang zindik/sesat dan mulhid/atheis, karena ia adalah orang yang cerdas dan giat menuntut ilmu.

(lebih…)

Bagaimana Ilmu Dicabut

oldpaper

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا ، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, dia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu secara langsung dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Sampai apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh; mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-‘Ilmi)

(lebih…)