Nikmat, Musibah, dan Dosa
Manusia hidup di alam dunia berada diantara tiga keadaan; mendapatkan nikmat dari Allah, tertimpa musibah, atau terjerumus di dalam dosa.
Manusia hidup di alam dunia berada diantara tiga keadaan; mendapatkan nikmat dari Allah, tertimpa musibah, atau terjerumus di dalam dosa.
Para ulama menjelaskan bahwa kebahagiaan adalah di tangan Allah, dan hal itu tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada Allah. Ketaatan kepada Allah itu tersimpulkan dalam tiga keadaan; ketika diberi nikmat bersyukur, ketika ditimpa musibah bersabar, dan ketika terjerumus dalam dosa maka beristighfar. Inilah tiga tanda kebahagiaan hamba, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam mukadimah al-Wabil ash-Shayyib.
Bersyukur Terhadap Nikmat Allah
Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- berkata, “Dan semoga Allah menjadikan kamu termasuk orang yang apabila diberi nikmat maka dia bersyukur.”
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya kebanyakan orang apabila diberi nikmat maka mereka justru kufur dan mengingkarinya, bahkan mereka menggunakannya bukan dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, sehingga hal itu menjadi sebab kebinasaan diri mereka. Adapun orang yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat kepadanya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah ketika Rabb kalian telah mengumumkan jika kalian bersyukur pasti Aku akan tambahkan nikmat kepada kalian.” (Ibrahim : 7).” (lihat Syarh al-Fauzan, hal. 8)
Berterima Kasih Kepada Orang Lain
[15] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak dianggap bersyukur kepada Allah orang yang tidak pandai berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata :
Guru kami yang sangat sabar Abdurrahman bin As-Sa’di –rahimahullah– pernah menuturkan kepada kami kisah tentang Al-Kisa’i -imam penduduk Kufah dalam bidang Nahwu- bahwa dahulu beliau belajar ilmu nahwu tetapi tidak kunjung berhasil. Sampai suatu ketika beliau menjumpai seekor semut yang membawa makanannya sembari menaiki sebuah dinding.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tidaklah diragukan bagi segenap insan, bahwa hidup di alam dunia ini adalah cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Dalam salah satu ceramahnya, beliau berkata :
فمن أراد النجاة فعليه معرفة مذهب السلف، والتمسك به، والدعوة إليه، فهو الطريق النجاة، هو سفينة نوح عليه السلام من ركبها نجا، ومن تركها هلك وغرق في الضلال، فلا نجاة لنا إلا بمذهب السلف، ولا يمكن أن نعرف مذهب السلف إلا بالتعلم، تعلمه وتدريسه ودراسته مع سؤال الله: (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيم * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ)
ندعو الله أن يوفقنا له وأن يثبتنا عليه لابد من هذا، ليست المسألة مسألة دعوى، والدعوى إذا لم يقيموا عليها بينات أهلها أدعياء، ليست المسألة مسألة انتساب والله جل وعلا يقول: (وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ) يعني: بإتقان، ولن تتقن مذهب السلف إلا إذا عرفته تعلمته، ولن تتمسك به إلا إذا صبرت عليه،
Maka barangsiapa yang menghendaki keselamatan, wajib atasnya untuk mengenali madzhab/pemahaman salaf (sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, pent) serta berpegang teguh dengannya, dan juga mendakwahkannya. Itulah jalan keselamatan.
—
Bismillah.
Berikut ini kami sajikan kepada segenap pembaca, ringkasan materi penjelasan risalah Qawa’id Arba’/Empat Kaidah Pokok karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan kepada segenap penimba ilmu sebuah seri video ceramah singkat oleh Syaikh Dr. Ahmad bin Abdurrahman al-Qadhi hafizhahullah yang berisi untaian hikmah ramadhan.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. al-‘Ashr : 1-3)