Untaian Nasihat Ulama (7)

Bagian 7.
Bahaya Syirik

Berhala di dalam Hati

Syaikh Abdullah bin Shalih al-‘Ubailan hafizhahullah mengatakan, “Ketahuilah, bahwa tauhid dan mengikuti hawa nafsu adalah dua hal yang bertentangan. Hawa nafsu itu adalah berhala, dan setiap hamba memiliki ‘berhala’ di dalam hatinya sesuai dengan kadar hawa nafsunya. Sesungguhnya Allah mengutus para rasul-Nya dalam rangka menghancurkan berhala dan supaya -manusia- beribadah kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Bukanlah maksud Allah subhanahu adalah hancurnya berhala secara fisik sementara ‘berhala’ di dalam hati dibiarkan. Akan tetapi yang dimaksud ialah menghancurkannya mulai dari dalam hati, bahkan inilah yang paling pertama tercakup.” (lihat Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi At-Tarbiyah wa Al-Ishlah, hal. 41)

(lebih…)

Untaian Nasihat Ulama (6)

Bagian 6.
Ikhlas dan Perusak-Perusaknya

Pentingnya Ikhlas dan Amal

Imam Ibnul Qoyyim rahimahulllah berkata, “… Seandainya ilmu bisa bermanfaat tanpa amalan niscaya Allah Yang Maha Suci tidak akan mencela para pendeta Ahli Kitab. Dan jika seandainya amalan bisa bermanfaat tanpa adanya keikhlasan niscaya Allah juga tidak akan mencela orang-orang munafik.” (lihat al-Fawa’id, hal. 34).

(lebih…)

Kemungkaran Di Dalam HP

Suatu saat Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mendapat pertanyaan :

هذا يقول: بعض الشباب لديهم ظاهرة في الجوالات، أنهم يملئونها ببعض المخالفات، والمنكرات كالغناء والمعازف والصور المحرَّمة، فما هو توجيهكم لمثل هؤلاء-بارك الله فيكم-؟

Si penanya ini berkata, “Sebagian pemuda memiliki perilaku yang banyak menimpa orang pada handphone; yaitu mereka memenuhinya dengan sebagian penyimpangan dan kemungkaran semacam nyanyian, musik-musik, dan gambar-gambar yang diharamkan. Apakah bimbingan dari anda bagi orang-orang seperti mereka ini -semoga Allah memberkahi anda-?”

(lebih…)

Untaian Nasihat Ulama (3)

Bagian 3.
Keutamaan Ilmu

Nikmat Menimba Ilmu

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah ar-Rajihi hafizhahullah mengatakan, “Sesungguhnya menimba

ilmu adalah nikmat yang sangat agung. Dan sebuah anugerah dari Rabb kita subhanahu wa ta’ala. Karena menimba ilmu itu adalah salah satu bentuk ketaatan yang paling utama, dan salah satu ibadah yang paling mulia. Sampai-sampai para ulama mengatakan, “Sesungguhnya menimba ilmu adalah lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah.” Artinya adalah bahwa memfokuskan diri dalam rangka menimba ilmu itu lebih utama daripada memfokuskan diri untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti sholat sunnah, puasa sunnah, dan lain sebagainya…” (lihat Minhatul Malik al-Jalil, 1/5)

(lebih…)

Untaian Nasihat Ulama (1)

Bagian 1.
Keutamaan Tauhid

Sumber Kebaikan

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Tidak ada suatu perkara yang memiliki dampak yang baik serta keutamaan beraneka ragam seperti halnya tauhid. Karena sesungguhnya kebaikan di dunia dan di akherat itu semua merupakan buah dari tauhid dan keutamaan yang muncul darinya.” (lihat al-Qaul as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid, hal. 16)

(lebih…)