Mengakui Kebodohan

Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan :

Beruntunglah orang yang bersikap inshof/objektif kepada Rabbnya. Sehingga dia mengakui kebodohan yang meliputi ilmu yang dia miliki. Dia pun mengakui berbagai penyakit yang berjangkit di dalam amal perbuatannya. Dia juga mengakui akan begitu banyak aib pada dirinya sendiri. Dia juga mengakui bahwa dirinya banyak berbuat teledor dalam menunaikan hak Allah. Dia pun mengakui betapa banyak kezaliman yang dia lakukan dalam bermuamalah kepada-Nya.

(lebih…)

Sikap Seorang Muslim dalam Menghadapi Fitnah

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :

فضيلة الشَّيخ! يقول: قرأت فِي أحد الكُتب الشَّرعيَّة خُطورة الفتن، وأنَّها تخرج في آخر الزَّمان وتكثُر؛ فما موقف المسلم عند كَثْرة الفتن؟.

فقالَ: 

Syaikh yang mulia, seorang penanya mengatakan : Saya membaca dalam salah satu buku tentang agama mengenai bahaya dari fitnah-fitnah, dan bahwasanya ia akan muncul di akhir zaman dan semakin merajalela. Lantas bagaimanakah sikap seorang muslim ketika menghadapi banyaknya fitnah itu?

(lebih…)

Mengikuti Hawa Nafsu

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :

Tidaklah bermanfaat bagi seorang insan apabila dia beribadah kepada Allah hanya dengan modal perasaan sehingga hal itu tidak dilandasi dengan dalil/pedoman syari’at. Karena sesungguhnya perbuatan semacam itu merupakan sikap mengikuti hawa nafsu.

(lebih…)

Raih Ridha Allah dan Surga…

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Barangsiapa yang menginginkan keridhaan Allah dan surga, hendaklah dia mengikuti agama [islam] ini dan berpegang-teguh dengannya, maka di dalamnya telah terkandung segala kebaikan dan kesempurnaan bagi orang-orang yang diberikan taufik oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

(lebih…)

Benteng Terkuat

قال الامام ابن القيم رحمه الله

الطاعة حصن الله الأعظم الذي من دخله كان من الآمنين من عقوبة الدنيا والآخرة

الداء و الدواء ص ١١٤

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

(lebih…)