Musibah Besar dan Malapetaka Dahsyat

Bismillah.

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah dalam sebuah ceramahnya tentang faidah dari kitab Qurratu ‘Uyun al-Muwahhidin menyebutkan salah satu bentuk musibah besar yang menimpa umat ini adalah keberadaan orang-orang yang mengucapkan kalimat tauhid tetapi tidak memahami kandungan maknanya, bahkan meskipun mereka itu telah disebut sebagai orang yang berilmu.

(lebih…)

Belajar Untuk Sabar

Bismillah.

Sabar adalah perkara yang sangat agung di dalam Islam. Terdapat sebuah ungkapan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata, “Kedudukan sabar di dalam iman seperti kepala bagi segenap anggota badan. Apabila dipotong kepala tidak tersisa lagi kehidupan bagi jasad. Ingatlah, tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.”

(lebih…)

Buah Iman Kepada Takdir

Diantara faidah yang bisa dipetik dari beriman kepada takdir adalah ketenangan hati serta tidak mudah goncang dalam menghadapi pahit getirnya perjalanan hidup. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah menimpa suatu musibah di muka bumi atau pada diri kalian sendiri melainkan telah tercatat dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya hal itu bagi Allah sangatlah mudah. Supaya kalian tidak berputus asa atas apa yang telah luput dari kalian dan supaya kalian tidak terlalu bergembira atas apa yang Allah berikan kepada kalian.” (al-Hadid: 22-23) (lihat al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad, hal. 343-344) 

(lebih…)

Untaian Nasihat Ulama (5)

Bagian 5.
Sabar, Syukur, dan Istighfar

Musibah dan Kenikmatan

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Seorang mukmin ketika tertimpa musibah bersabar. Ketika mendapat nikmat dia menjadi orang yang bersyukur. Pada saat tertimpa musibah-musibah dia berhasil meraih pahala orang-orang yang sabar, dan pada saat mendapat kenikmatan dia menuai pahala orang-orang yang bersyukur. Oleh sebab itu dia beruntung dalam kedua keadaan ini.” (lihat Syarh Qawa’id Arba’ Syaikh Abdurrazzaq al-Badr, hal. 12)

(lebih…)