Meniti Jalan Lurus

55421-stock-photo-sky-blue-clouds-far-off-places-street-mountain

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena hal itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” (Al-An’am : 153)

(lebih…)

Kewajiban Bertauhid

doa agar terhindar dari syirik

Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut jalan mereka. Amma ba’du.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sesungguhnya tauhid adalah kewajiban terbesar yang Allah perintahkan kepada setiap insan. Allah jalla wa ‘ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56)

(lebih…)

Membangun Jembatan Kemuliaan

 

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Salah satu perkara yang kita yakini bersama akan mewujudkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup ialah dengan beribadah dan tunduk kepada Allah ta’ala. Sebagaimana hal ini telah menjadi sebuah ketetapan dan hikmah Allah dalam penciptaan jin dan manusia.

(lebih…)

Beberapa Catatan Atas Pemikiran Ahmad Wahib

Indonesia-Damai-Tanpa-JIL

Ahmad Wahib, adalah salah seorang tokoh masa lalu yang menjadi penyebar pemikiran Islam Liberal di Indonesia. Tulisan-tulisannya menjadi ilham bagi sebagian pemuda yang terseret oleh arus kebebasan berpikir tanpa batas yang menjadikan Islam tak ubahnya sebagai medan perdebatan dan penuh keragu-raguan.

> Diantara perkataannya, “sesungguhnya orang yang mengaku ber-Tuhan tapi menolak berpikir bebas berarti menghina rasionalitas eksistensi adanya Tuhan.” Atau “Orang yang tidak mau berpikir bebas itu telah menyia-nyiakan hadiah Allah yang begitu berharga yaitu otak.” (lihat Pembaharuan Tanpa Apologia, hal. 9-10)

(lebih…)

Dakwah Rasul Mengajak Kepada Tauhid dan Keimanan

way

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang manusia yang diberikan Allah kepadanya al-Kitab, hukum dan kenabian lantas berkata kepada manusia: Jadilah kalian sebagai pemuja diriku sebagai tandingan untuk Allah. Akan tetapi jadilah kalian rabbani dengan sebab apa yang kalian ajarkan berupa al-Kitab dan apa yang kalian pelajari. Dan tidaklah dia memerintahkan kalian untuk menjadikan malaikat dan nabi-nabi sebagai sesembahan. Apakah dia hendak memerintahkan kalian kafir setelah kalian memeluk Islam?” (QS. Ali ‘Imran: 79-80)

(lebih…)