Sa’id al-Qahthani – Makna dan Hakikat Ibadah
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah tautan untuk mengunduh rekaman ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani hafizhahullah dengan tema :
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah tautan untuk mengunduh rekaman ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani hafizhahullah dengan tema :
Ibadah memiliki urgensi yang sangat agung. Disebabkan Allah menciptakan makhluk, mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab demi memerintahkan mereka beribadah kepada-Nya dan melarang beribadah kepada selain-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56). Maknanya Allah menciptakan mereka untuk diperintah agar beribadah kepada-Nya dan dilarang dari bermaksiat kepada-Nya (lihat Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin, 6/189)
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini sebuah rekaman kajian silsilah tauhid bersama Ustaz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah yang disampaikan di Masjid Muthohharoh Ngebel – selatan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Bismillah.
Pada bagian sebelumnya telah kita bawakan ayat yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah di bagian awal Kitab Tauhidnya, yaitu ayat dalam surat adz-Dzariyat ayat 56 (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Dimana ayat yang mulia ini berisi penjelasan tujuan penciptaan jin dan manusia; bahwa kita diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya.
Bismillah.
Berikut ini kami sajikan beberapa tanya-jawab seputar agama Islam untuk memperkenalkan dasar-dasar dalam beragama. Semoga bermanfaat.
Bismillah.
Telah dimaklumi bersama, bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Allah. Ibadah ini tidak akan diterima kecuali disertai dengan tauhid. Sebagaimana wajib memahami makna ibadah maka wajib pula memahami makna dan hakikat tauhid.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kita telah mengenal bahwa tujuan penciptaan diri kita di alam dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah semata. Apa yang dimaksud dengan ibadah, apa pondasinya dan syarat diterimanya?
Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, ibadah menduduki posisi yang sangat agung di dalam agama. Karena ibadah kepada Allah merupakan hikmah dan tujuan penciptaan. Orang-orang yang mulia di sisi Allah adalah yang beribadah kepada-Nya dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. Di sinilah kita perlu memahami dengan baik makna ibadah.
Materi :
– Makna dan Hakikat Ibadah
– Pokok-Pokok Ibadah
– Syarat Diterimanya Ibadah
Surat al-Fatihah mengandung pelajaran penting seputar makna dan hakikat ibadah. Di dalamnya terkandung pokok-pokok ibadah; yaitu cinta, takut, dan harap. Di dalamnya juga terkandung syarat diterimanya ibadah; yaitu harus ikhlas dan sesuai tuntunan. Di dalamnya juga terkandung ketetapan bahwa ibadah adalah hak Allah semata, tidak boleh menujukan ibadah kepada selain-Nya.
> Pengertian Tauhid :
Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. Tauhid terbagi tiga; mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah maksudnya mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta. Tauhid uluhiyah artinya mengesakan Allah dalam beribadah; menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Tauhid asma’ wa shifat adalah mengesakan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya.