Mengenal Tauhid [Bagian 16]

Bismillah.

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Kembali berjumpa lagi dalam seri mengenal Tauhid dengan memetik faidah dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah. Kita masih berada di bagian awal bab keutamaan tauhid dan dosa-dosa yang terhapus olehnya.

(lebih…)

Musibah Besar dan Malapetaka Dahsyat

Bismillah.

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah dalam sebuah ceramahnya tentang faidah dari kitab Qurratu ‘Uyun al-Muwahhidin menyebutkan salah satu bentuk musibah besar yang menimpa umat ini adalah keberadaan orang-orang yang mengucapkan kalimat tauhid tetapi tidak memahami kandungan maknanya, bahkan meskipun mereka itu telah disebut sebagai orang yang berilmu.

(lebih…)

Ringan Tetapi Besar Maknanya

Bismillah.

Kita sebagai muslim tentu telah mengikrarkan dua kalimat syahadat. Kita juga selalu mendengar dua kalimat syahadat itu dikumandangkan setiap kali masuk waktu sholat lima waktu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Itulah makna dari kedua kalimat syahadat yang kita ucapkan.

(lebih…)

Mengenali Pokok-Pokok Agama

Bismillah.

Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah video seri belajar Islam dari dasar yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani hafizhahullah dengan membahas faidah dari hadits Jibril yang menjelaskan tentang pokok-pokok ajaran agama yang mencakup islam, iman, dan ihsan.

(lebih…)

Makna Kalimat Tauhid

Syahadat laa ilaha illallah maknanya adalah seorang hamba mengakui dengan lisan dan hatinya bahwa tidak ada ma’bud [sesembahan] yang benar kecuali Allah ‘azza wa jalla. Karena ilah bermakna ma’luh [sesembahan], sedangkan kata ta’alluh bermakna ta’abbud [beribadah]. Di dalam kalimat ini terkandung penafian dan penetapan. Penafian terdapat pada ungkapan laa ilaha, sedangkan penetapan terdapat pada ungkapan illallah. Sehingga makna kalimat ini adalah pengakuan dengan lisan -setelah keimanan di dalam hati- bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah; dan konsekuensinya adalah memurnikan ibadah kepada Allah semata dan menolak segala bentuk ibadah kepada selain-Nya (lihat Fatawa Arkan al-Islam hlm. 47 oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah)

(lebih…)